Persaingan untuk Pemilihan Presiden 2029 mulai menunjukkan dinamika yang menarik. Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median), Presiden Prabowo Subianto masih menduduki puncak elektabilitas. Namun, perhatian publik kini tertuju pada persaingan ketat antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan yang hanya terpaut jarak tipis.
Dalam simulasi pertanyaan terbuka, Prabowo meraih elektabilitas sebesar 32,2 persen. Dedi Mulyadi mengikuti di posisi kedua dengan 19,8 persen, sementara Anies Baswedan memperoleh 19,5 persen. Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menyatakan bahwa ketiga nama tersebut merupakan kandidat dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi tersebut. “Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,2 persen, kemudian Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen,” jelas Rico pada Minggu, 6 September 2026.
Persaingan Ketat di Posisi Kedua
Jarak antara Prabowo dengan dua pesaing terdekatnya masih cukup signifikan, sementara Dedi dan Anies menunjukkan persaingan yang hampir seimbang. Dedi Mulyadi hanya unggul 0,3 poin persentase dari Anies. Di bawah ketiga kandidat ini, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas sebesar 4,5 persen, diikuti oleh Sherly Tjoanda dengan 3,5 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memperoleh 2,3 persen. Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka masing-masing mendapatkan 2 persen, sedangkan Mahfud MD berada di angka 1,8 persen dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meraih 1,3 persen.
Simulasi Pertanyaan Semi Terbuka dan Dinamika Survei
Ketika Median melakukan simulasi dengan pertanyaan semi terbuka, peta persaingan tidak banyak berubah. Prabowo kembali memimpin dengan elektabilitas 32,4 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6 persen, sedangkan Anies Baswedan mengumpulkan 20,5 persen. “Dalam pertanyaan semi terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,4 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6 persen dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 20,5 persen,” ungkap Rico. Selisih antara Dedi dan Anies dalam simulasi ini bahkan menyusut menjadi hanya 0,1 poin persentase. Ganjar Pranowo kini berada di angka 5 persen, diikuti oleh Sherly Tjoanda dengan 4,1 persen, Gibran 2,6 persen, Mahfud MD 2,1 persen, AHY 2 persen, Andika Perkasa 1,5 persen, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan 1,2 persen.
Hasil survei ini menunjukkan adanya dua lapis persaingan. Prabowo masih memiliki posisi yang relatif kuat di puncak, sementara Dedi dan Anies belum dapat mengklaim posisi sebagai kandidat terkuat setelah Prabowo.
Survei Median dilaksanakan melalui wawancara tatap muka antara 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Responden terdiri dari warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, dengan total 1.212 responden dan margin of error ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil secara acak melalui metode multistage random sampling dan didistribusikan secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender. Untuk menjaga kualitas data, Median melakukan quality control terhadap 20 persen sampel.
Rico mengingatkan bahwa hasil survei ini tidak dapat dianggap sebagai peta elektabilitas yang tetap menuju Pemilu 2029. Angka-angka tersebut hanya mencerminkan preferensi publik selama periode pengambilan data. Dengan waktu menuju Pilpres 2029 yang masih panjang, posisi Prabowo, Dedi, dan Anies masih mungkin berubah, terutama karena belum ada kepastian mengenai pasangan calon, koalisi partai, serta isu politik yang akan mendominasi pemilu mendatang. Dari survei ini, satu hal yang jelas: Prabowo masih memimpin, sementara persaingan untuk posisi kedua berlangsung sangat ketat.