Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

Syarat Penting untuk Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia

Ginjal babi mulai dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mengatasi kekurangan organ donor. Namun, ada syarat ketat yang harus dipenuhi agar ginjal tersebut dapat diterima oleh tubuh manusia.

Bima Candrakumara 04 September 2026 51 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Ginjal babi kini menjadi perhatian sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah kekurangan organ donor. Meskipun demikian, tidak semua ginjal babi dapat langsung ditransplantasikan ke dalam tubuh manusia. Ada persyaratan biologis yang sangat ketat agar organ tersebut dapat berfungsi dengan baik di dalam tubuh manusia.

Salah satu syarat utama adalah ginjal harus berasal dari babi yang telah mengalami rekayasa genetik, yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan penolakan oleh sistem kekebalan tubuh manusia. Proses ini dikenal dengan istilah xenotransplantasi, yaitu transplantasi organ, jaringan, atau sel dari hewan ke manusia. Dalam konteks ginjal babi, para ilmuwan berusaha untuk membuat organ tersebut lebih kompatibel dengan tubuh manusia.

Risiko Penolakan oleh Sistem Imun

Sistem kekebalan tubuh manusia dirancang untuk mengenali benda asing. Ketika ginjal babi yang tidak dimodifikasi dimasukkan ke dalam tubuh manusia, sistem imun dapat langsung menganggap organ tersebut sebagai ancaman. Hal ini dapat memicu reaksi kekebalan yang sangat agresif, di mana pembuluh darah dan sel-sel dalam ginjal menjadi target serangan, sehingga fungsi organ dapat terganggu dalam waktu yang sangat singkat.

Perkembangan Teknologi Transplantasi

Dengan adanya teknologi rekayasa genetik, diharapkan ginjal babi dapat lebih mudah diterima oleh tubuh manusia, sehingga dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi kekurangan organ donor. Penelitian di bidang ini terus berkembang, dan para ilmuwan berupaya untuk menemukan cara terbaik agar transplantasi ginjal babi dapat dilakukan dengan aman dan efektif.

Artikel Terkait