Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Tangapan Pramono Terhadap Masalah Sampah di Kali Ciliwung: Penanganan Bertahap dan Terfokus

Pramono menjelaskan bahwa penanganan sampah di Kali Ciliwung dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada normalisasi segmen Cawang yang luas.

Rimba Amarta 13 April 2026 8 pembaca liputan6.com liputan6.com
Tangapan Pramono Terhadap Masalah Sampah di Kali Ciliwung: Penanganan Bertahap dan Terfokus
liputan6.com

Pramono, seorang pejabat terkait penanganan lingkungan, baru-baru ini memberikan tanggapan terhadap keluhan warga mengenai kondisi Kali Ciliwung yang dipenuhi sampah dan semak-semak. Menurutnya, masalah ini dihadapi di berbagai kawasan, namun penanganan dilakukan dengan pendekatan bertahap. Fokus saat ini adalah pada program normalisasi di wilayah Cawang yang memiliki cakupan cukup luas, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kebersihan kali.

Sejumlah warga sekitar Kali Ciliwung mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait keadaan lingkungan yang semakin memprihatinkan. Mereka menginginkan tindakan yang lebih cepat dan efektif untuk mengatasi penumpukan sampah yang telah menjadi masalah berkelanjutan. "Kondisi kali sangat memprihatinkan, kami berharap ada perhatian dan tindakan nyata dari pihak berwenang," ungkap salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pramono menjelaskan lebih lanjut bahwa penanganan sampah di Kali Ciliwung memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup. "Tidak semua daerah bisa dijangkau secara bersamaan. Oleh karena itu, kami melakukan penanganan ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan prioritas," ujarnya. Ia menekankan bahwa upaya normalisasi di segmen Cawang saat ini akan menjadi langkah awal yang penting untuk memperbaiki kondisi kali secara keseluruhan.

Dalam proses normalisasi, pihak terkait sudah melakukan survei dan pemetaan area-area yang paling parah terdampak oleh penumpukan sampah. Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. "Kami sangat mengandalkan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan kali, agar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata," tambah Pramono.

Sejalan dengan program normalisasi, Pramono juga menegaskan pentingnya pembuatan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien di daerah tersebut. Dengan implementasi sistem pengelolaan yang tepat, diharapkan dapat mencegah terjadinya penumpukan sampah di Kali Ciliwung di masa mendatang. Ia berjanji bahwa langkah-langkah ini akan dilakukan dengan serius dan berkelanjutan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam hal anggaran dan sumber daya manusia. Pramono mengaku pihaknya terus mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan ini. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar semua program ini bisa dilaksanakan dengan baik," tuturnya.

Ke depan, diharapkan dengan adanya program normalisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, Kali Ciliwung dapat kembali menjadi aliran air yang bersih dan sehat. Proses ini tentunya akan terus dipantau dan dicatat untuk mengevaluasi keberhasilan program yang telah dijalankan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait