Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, akan segera mengumumkan tarif baru untuk layanan TransJabodetabek khususnya pada rute dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menuju Blok M. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, 8 Mei 2026, di Jatinegara, Jakarta Timur.
Rincian Tarif yang Berlaku
Pramono menjelaskan bahwa tarif untuk TransJakarta dan TransJabodetabek lainnya tetap sama, yaitu Rp 2.000 pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB dan Rp 3.500 setelah pukul 07.00 WIB. "Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, pada waktu itu dikasih period untuk tiga bulan. Dan tiga bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu," ungkap Pramono.
Alasan Perbedaan Tarif untuk Rute Tertentu
Dia menegaskan bahwa tarif baru ini hanya akan diterapkan untuk rute Bandara Soekarno Hatta ke Blok M. Menurut Pramono, perbedaan tarif ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk jarak yang lebih jauh, banyaknya pemberhentian, serta biaya parkir yang lebih tinggi di lokasi bandara. "Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain," jelasnya.
Pramono menambahkan bahwa pengeluaran untuk rute ini cukup berbeda dibandingkan rute lainnya, sehingga diperlukan penerapan tarif khusus. "Hal ini dilakukan agar beban biaya subsidi untuk rute tersebut tak terlalu tinggi," kata Pramono.
Sebelumnya, pada 12 Maret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan rute baru TransJabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno Hatta. Rute ini mencakup 23 titik pemberhentian dengan durasi perjalanan sekitar 121 menit dan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer. Sebanyak 14 bus disediakan untuk rute ini, dengan waktu tunggu sekitar 10 hingga 20 menit. Bus juga dilengkapi dengan tempat untuk koper demi kenyamanan penumpang.