Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengungkapkan sejumlah temuan awal mengenai kasus dugaan keracunan yang terjadi setelah masyarakat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batang, Jawa Tengah, pada tanggal 23 September 2026. Salah satu temuan penting adalah adanya pelanggaran dalam proses pengolahan telur yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menjelaskan bahwa telur diolah pada pukul 19.30 WIB dan kemudian dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB sebelum makanan tersebut didistribusikan. Selain itu, BGN juga menemukan berbagai masalah terkait kebersihan di dapur SPPG yang bertanggung jawab atas penyediaan MBG.
Pemberhentian Kepala SPPG dan Investigasi Berlanjut
Ketut menyatakan, "Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur." Ia menambahkan bahwa temuan ini masih merupakan bagian dari proses investigasi yang sedang berlangsung. BGN belum dapat memastikan apakah telur atau pelanggaran SOP tertentu menjadi penyebab utama gangguan kesehatan yang dialami oleh para penerima MBG.
Ketut melanjutkan, "Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi."
Jumlah Korban dan Tindak Lanjut
Hingga Kamis, 24 September 2026, pukul 03.00 WIB, BGN mencatat bahwa sebanyak 219 orang terdampak dari insiden ini. Dari jumlah tersebut, 132 orang harus dirawat inap, sementara 87 lainnya mendapatkan perawatan jalan di tujuh fasilitas kesehatan yang berbeda. BGN juga telah menangguhkan operasional SPPG Bawang dengan kategori suspend berat dan mencopot kepala SPPG tersebut. Evaluasi serta investigasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk sanksi jika ditemukan pelanggaran.
Ketut menekankan, "Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan." Pemerintah Kabupaten Batang melaporkan bahwa ratusan warga mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Bawang pada Rabu, 23 September. Makanan tersebut didistribusikan ke 11 titik penerima dengan total sekitar 2.700 penerima manfaat.
Sejumlah penerima mulai merasakan gejala seperti mual dan pusing sekitar dua hingga tiga jam setelah mengonsumsi makanan tersebut. Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.