Partai Gerindra telah memberikan teguran serius kepada Ahmad Syahri As Sidiqi, anggota DPRD Jember, yang viral karena merokok sambil bermain game saat rapat. Majelis Kehormatan Partai Gerindra menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar AD/ART partai.
Teguran Terakhir dari Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang etik, Fikrah Auliurrahman, menyampaikan keputusan dalam sidang yang berlangsung di DPP Gerindra pada Jumat (15/5/2026). Ia mengungkapkan, "Mengadili. Menyatakan saudara Ahmad Syahri As-Siddiq Sarjana Ekonomi selaku kader Partai Gerindra terbukti telah melanggar AD/ART Partai Gerindra. Memberikan hukuman teguran keras dan terakhir kepada saudara Ahmad Syahri As-Siddiq Sarjana Ekonomi, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Jember."
Fikrah menegaskan bahwa jika Ahmad Syahri mengulangi pelanggaran serupa, ia akan menghadapi sanksi pemecatan dari jabatannya di DPRD Jember. "Apabila di kemudian hari saudara Ahmad Syahri As-Siddiq Sarjana Ekonomi kembali melakukan pelanggaran, maka akan langsung dikenakan sanksi pemberhentian sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember," tegasnya.
Permohonan Maaf dan Kesadaran akan Kesalahan
Setelah sempat bungkam dan menghadapi kritik publik, Ahmad Syahri akhirnya muncul untuk meminta maaf. Melalui sebuah video yang diunggah pada Rabu (13/5/2026), ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakannya yang dianggap tidak etis saat menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan.
Ahmad Syahri, yang merupakan putra dari mantan anggota DPR, Fadil Muzakki Syah, terekam kamera sedang asyik bermain game sambil merokok di tengah rapat penting yang membahas isu kesehatan masyarakat. Video tersebut menjadi viral dan memicu kemarahan dari masyarakat Jember yang merasa tindakan tersebut merendahkan martabat lembaga legislatif.
Dalam pernyataannya, Syahri mengungkapkan, "Saya Ahmad Syahri Assidiqi, dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum dan DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar." Ia mengakui bahwa perilakunya merupakan kesalahan besar dan siap menerima konsekuensi baik secara politik maupun administratif.
Syahri menganggap peristiwa ini sebagai pelajaran berharga dalam kariernya. Ia menegaskan tidak akan menghindar jika Partai Gerindra atau Badan Kehormatan DPRD Jember memutuskan untuk memberikan sanksi. "Saya sebagai anak muda masih memiliki banyak kekurangan dalam bersikap," tambahnya.