Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Tragedi di Jakarta Timur: Perempuan yang Ditemukan Tewas Adalah Cucu Legenda Betawi Mpok Nori

Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jakarta Timur. Terungkap bahwa korban adalah cucu dari seniman legendaris Mpok Nori.

Gyan Kusuma 22 March 2026 18 pembaca liputan6.com liputan6.com
Tragedi di Jakarta Timur: Perempuan yang Ditemukan Tewas Adalah Cucu Legenda Betawi Mpok Nori
liputan6.com

Peristiwa tragis terjadi di Jakarta Timur, di mana seorang ibu rumah tangga ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan. Korban diketahui bernama Fariha (28), yang ternyata merupakan cucu dari komedian legendaris Betawi, Mpok Nori. Penemuan jasad Fariha yang bersimbah darah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat latar belakang keluarganya yang dikenal luas di dunia hiburan.

Korban ditemukan pada pagi hari di kediamannya yang berlokasi di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kejadian tersebut dilaporkan oleh tetangga yang mencium adanya bau tak sedap dari rumah Fariha. "Kami menerima laporan dari warga sekitar dan langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan," ungkap Kapolsek Cawang, Kompol Suhardi.

Setelah pihak kepolisian tiba di tempat kejadian, mereka menemukan Fariha tergeletak di ruang tamu dengan luka di bagian leher. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban mengalami tindakan kekerasan. "Kami masih mendalami kasus ini dan berusaha mengumpulkan barang bukti," tambah Kompol Suhardi.

Menurut salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya, sebelum kejadian, ia melihat Fariha terlibat perdebatan dengan seseorang di sekitar rumahnya. "Saya lihat ada orang yang sering datang ke rumah Fariha, dan kemarin malam mereka terlihat berdebat," kata saksi tersebut. Hal ini menambah misteri mengenai motif di balik pembunuhan yang kejam ini.

Di tengah kesedihan dan duka yang menggelayuti keluarga, fakta bahwa Fariha adalah cucu dari Mpok Nori menambah sorotan publik terhadap kasus ini. Mpok Nori, yang telah lama dikenal sebagai ikon seni lenong Betawi, sangat terpukul mengetahui kejadian yang menimpa cucunya. "Saya tidak menyangka ini bisa terjadi pada keluarga kami," ujar Mpok Nori saat dihubungi media.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengejar pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini. "Kami meminta bantuan masyarakat agar dapat melaporkan jika memiliki informasi terkait kejadian ini," tegas Kompol Suhardi.

Keberlanjutan penyelidikan diharapkan dapat membawa pelaku ke tangan hukum dan memberi keadilan bagi keluarga korban. Kasus ini menggugah kepedulian masyarakat, mengingat korban yang berasal dari keluarga dengan sejarah budaya yang kaya. Perlunya perhatian lebih dalam soal pengawasan dan perlindungan bagi perempuan menjadi sorotan penting dari insiden ini.

Seiring berjalannya waktu, diharapkan fakta-fakta lebih lanjut mengenai kasus ini akan terkuak, dan keadilan dapat ditegakkan demi mengenang sosok Fariha yang telah pergi secara tragis.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait