Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Tumpukan Sampah di Depok dan Tangsel Mengganggu Warga, Tempat Pembuangan Liar di Serua Disegel

Warga di Depok dan Tangsel melaporkan gangguan akibat tumpukan sampah yang berasal dari tempat pembuangan sampah liar, sehingga pihak berwenang akhirnya menyegel lokasi tersebut.

Rimba Amarta 12 April 2026 14 pembaca liputan6.com liputan6.com
Tumpukan Sampah di Depok dan Tangsel Mengganggu Warga, Tempat Pembuangan Liar di Serua Disegel
liputan6.com

Warga Kelurahan Serua, yang terletak di perbatasan antara Depok dan Tangerang Selatan, menghadapi masalah serius akibat adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang menumpuk. Masalah ini telah menarik perhatian pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas dengan menyegel TPS tersebut, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Menurut informasi yang diperoleh, tumpukan sampah di TPS liar ini sudah berlangsung lama dan semakin meresahkan. Seorang warga setempat, Ibu Siti, menjelaskan, "Sampah ini bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menyebabkan bau tak sedap yang membuat kami sulit beraktivitas." Kondisi tersebut juga berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak yang sering bermain di sekitar wilayah tersebut.

Masalah ini muncul karena pengelolaan sampah yang tidak teratur dan kurangnya fasilitas pembuangan yang memadai. Masyarakat setempat merasa tidak memiliki pilihan lain selain membuang sampah di lokasi yang tidak resmi, akibat kurangnya tempat pembuangan yang resmi dan terjangkau. "Kami berharap pemerintah bisa menyediakan tempat pembuangan yang baik agar kami tidak lagi terpaksa membuang sampah sembarangan," tambah Ibu Siti.

Pemerintah kota, setelah mendapatkan laporan dari warga, akhirnya memutuskan untuk menyegel TPS liar tersebut. Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah lebih lanjut dan untuk mendorong masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah. "Kami akan melakukan pemantauan rutin di daerah ini dan menerapkan sanksi bagi pelanggar," ujar perwakilan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Langkah penyegelan ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk mengatasi masalah sampah di area tersebut. Namun, upaya jangka panjang tetap diperlukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan memfasilitasi akses ke tempat pembuangan yang resmi dan memenuhi standar. "Kami akan bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," lanjut perwakilan Dinas.

Diharapkan, dengan tindakan ini, warga Kelurahan Serua dan sekitarnya dapat merasakan perbaikan dalam kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. Pemerintah berkomitmen untuk terus mencari solusi demi menciptakan lingkungan yang lebih baik dan menjaga kesehatan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, langkah-langkah lanjutan diharapkan dapat mengurangi masalah sampah yang ada dan mendorong kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait