Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Universitas Indonesia Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Verbal di Fakultas Hukum dengan Perlindungan Korban

Universitas Indonesia menegaskan bahwa investigasi terhadap dugaan kekerasan seksual verbal di Fakultas Hukum dilakukan sesuai prosedur dengan menjaga keselamatan korban.

Lare Ayu 14 April 2026 12 pembaca liputan6.com liputan6.com
Universitas Indonesia Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Verbal di Fakultas Hukum dengan Perlindungan Korban
liputan6.com

Universitas Indonesia (UI) sedang menangani kasus dugaan kekerasan seksual verbal yang terjadi di Fakultas Hukum (FHUI). Pihak universitas memastikan bahwa proses investigasi dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Tujuan utama dari investigasi ini adalah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

Dugaan kekerasan seksual verbal ini mencuat setelah beberapa pihak melaporkan insiden yang diduga melibatkan seorang dosen di fakultas tersebut. Langkah penyelidikan diambil setelah adanya beberapa laporan resmi yang masuk ke pihak universitas. Dalam hal ini, Wakil Rektor Bidang Akademik UI menegaskan bahwa “kami akan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dan berlaku adil bagi semua pihak dalam proses investigasi ini.”

Pada saat yang sama, universitas juga mengajak para korban untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa agar dapat ditangani secara serius. “Kami percaya bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius dan tidak akan ditoleransi. Perlindungan terhadap korban adalah prioritas kami,” tambahnya. Kejadian ini juga mendapat perhatian dari pihak fakultas yang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan kondusif bagi semua mahasiswa dan staf.

Investigasi ini melibatkan beberapa langkah, termasuk pemanggilan saksi dan pengumpulan bukti untuk memahami lebih dalam mengenai kejadian yang dilaporkan. Selain itu, pihak universitas juga berkoordinasi dengan lembaga eksternal untuk memastikan proses berjalan objektif dan transparan. Para saksi yang hadir dalam proses ini diharapkan dapat memberikan keterangan yang jelas untuk mendukung proses hukum yang ada.

Sejumlah mahasiswa juga menyatakan dukungan mereka terhadap langkah-langkah yang diambil oleh UI dalam menangani kasus ini. Salah satu mahasiswa mengatakan, “Kami berharap tuntutan kami untuk lingkungan yang lebih aman diperhatikan, karena hal ini sangat penting bagi kami sebagai mahasiswa.” Ini menunjukkan bahwa ada keinginan kuat dari pihak mahasiswa untuk memastikan keadilan dan keselamatan di lingkungan kampus.

UI berkomitmen untuk melakukan tindakan preventif di masa depan agar insiden serupa tidak terulang kembali. Rencana edukasi tentang kekerasan seksual juga sedang dipersiapkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan mahasiswa dan staf. “Kami menginginkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan dalam budaya kampus, agar semua merasa aman,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah yang sudah diambil, Universitas Indonesia berharap dapat segera menyelesaikan proses investigasi ini dan memberikan kejelasan kepada semua pihak yang terlibat. Selanjutnya, hasil dari investigasi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan aman.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait