Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Upaya Perlindungan Hiu Paus oleh PIS Melalui Teknologi dan Kesadaran Pelaut

PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen untuk melindungi hiu paus yang terancam punah dengan menerapkan teknologi dan meningkatkan kesadaran pelaut.

Karim Abinaya 11 September 2026 15 pembaca jpnn.com jpnn.com
Ekosistem Hiu Paus Terancam di Jalur Kapal, PIS Turun Tangan Gunakan Teknologi Ini
Ekosistem Hiu Paus Terancam di Jalur Kapal, PIS Turun Tangan Gunakan Teknologi Ini

PT Pertamina International Shipping (PIS) berperan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem laut, khususnya dalam perlindungan hiu paus. Saat ini, hiu paus menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko tabrakan dengan kapal di jalur pelayaran. Spesies yang dinyatakan Terancam Punah (Endangered) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) ini mengalami penurunan populasi global lebih dari 50 persen.

PIS, sebagai perusahaan yang beroperasi di dekat laut, menyadari pentingnya keberlanjutan dalam pelayaran yang sejalan dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati. “PIS mengoptimalkan pelayaran berkelanjutan dan menjaga keanekaragaman hayati, terutama ekosistem laut, sehingga bisnis dan lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan lestari untuk masa depan,” ungkap Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita.

Inisiatif Konservasi Hiu Paus

Vega menekankan bahwa konservasi hiu paus merupakan contoh bagaimana sektor bisnis dapat berkontribusi dalam mengatasi tantangan lingkungan melalui kolaborasi dan inovasi. Dalam forum Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, PIS mempresentasikan pendekatan yang dilakukan bersama NGO Konservasi Indonesia untuk mendukung perlindungan hiu paus sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran.

Salah satu langkah yang diambil adalah pemasangan satellite tag pada hiu paus untuk memahami pola pergerakan dan habitat penting dari spesies tersebut. Data yang diperoleh memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi area dengan potensi interaksi tinggi antara kapal dan hiu paus, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal.

Pentingnya Teknologi dan Kesadaran

Focal Species Conservation Senior Manager dari Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata, menjelaskan bahwa teknologi berperan penting dalam mendukung konservasi berbasis data. "Pemasangan satellite tag dapat memberikan kita informasi pergerakan hiu paus sehingga mitigasi dapat dilakukan sebelum risiko tabrakan dengan kapal menjadi tidak teridentifikasi dan membahayakan bagi hiu paus," jelas Iqbal, yang terlibat langsung dalam program Whaleshark Tagging di perairan Kepulauan Derawan yang diinisiasi oleh PIS.

Selain teknologi, upaya perlindungan hiu paus juga melibatkan peningkatan kesadaran dan kapasitas para pelaut yang beraktivitas di laut. Pemahaman tentang habitat hiu paus dan praktik pelayaran yang aman sangat penting untuk mengurangi risiko terhadap megafauna laut tersebut. Informasi mengenai keberadaan hiu paus membantu pelaut untuk lebih waspada saat melintasi wilayah yang menjadi habitat atau jalur migrasi spesies ini.

"Inisiatif PIS dalam menjaga habitat hiu paus ini sangat penting bagi kehidupan megafauna laut yang ancaman hidupnya bisa berasal dari kapal, sehingga kami bisa lebih berhati-hati ketika melewati daerah yang rawan," kata Capt. Marsel Williem, pelaut kapal PIS.

Dengan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas pelaut, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, risiko terhadap hiu paus dapat diminimalkan tanpa mengorbankan keselamatan maupun efektivitas operasional pelayaran. Melalui pendekatan ini, PIS ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan operasional bisnis, tetapi juga bagaimana aktivitas pelayaran dapat memberikan kontribusi positif bagi pelestarian keanekaragaman hayati laut.

Pada akhirnya, menjaga hiu paus bukan sekadar melindungi satu spesies, melainkan juga menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir dan generasi mendatang.

Artikel Terkait