Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh teknologi AI Deepfake. Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat konten yang menyesatkan dan berpotensi merusak reputasi individu maupun kelompok.
Nezar Patria menegaskan bahwa untuk mengurangi risiko penyebaran konten palsu, sangat penting untuk memberikan watermark pada konten yang dihasilkan oleh AI. Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih mudah mengenali dan membedakan antara konten asli dan yang telah dimanipulasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga keakuratan informasi di era digital saat ini. Dengan adanya watermark, diharapkan pengguna internet dapat lebih bijak dalam mengonsumsi informasi dan tidak terjebak dalam berita yang tidak benar.
Wakil Menteri juga mengajak semua pihak, termasuk platform media sosial, untuk berkolaborasi dalam mengatasi masalah ini. Upaya bersama diperlukan agar teknologi yang seharusnya bermanfaat tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi AI, kesadaran akan dampak negatifnya harus terus ditingkatkan. Penandaan konten menjadi salah satu langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan.
Ke depan, diharapkan adanya regulasi yang lebih ketat dan kesepakatan bersama antara pemerintah dan penyedia layanan untuk memastikan keamanan informasi di dunia maya.