Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Angga Raka Prabowo, baru-baru ini mengunjungi Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 01 di Tangerang Selatan untuk mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Grab-OVO. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi digital dalam setiap tahap program, mulai dari produksi makanan oleh mitra UMKM, pengantaran oleh pengemudi, hingga penerimaan oleh siswa di sekolah.
Program MBG Grab-OVO merupakan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sepenuhnya dibiayai oleh sektor swasta, dengan dukungan dari berbagai mitra nirlaba. Program ini dirancang untuk melengkapi program MBG nasional, dengan fokus pada keamanan pangan, tata kelola yang transparan, serta pemberdayaan UMKM lokal dan pengemudi.
Apresiasi terhadap Inisiatif Sosial
Angga Raka memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Grab-OVO dalam menjalankan aksi sosial ini, yang dinilai membantu program pemerintah. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha di Indonesia dalam pelaksanaan program MBG. Sebelum makanan disajikan kepada siswa, Angga Raka memeriksa langsung kualitas makanan yang disediakan oleh Grab.
Menurutnya, penyajian makanan tersebut telah memenuhi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus. "Alhamdulillah, tadi saya lihat sendiri anak-anak senang, makanannya juga sangat baik, penyajiannya dari sisi gizi dan menu yang disajikan baik, sesuai kebutuhan protein, kebutuhan karbohidrat. Dan karena di sini adalah sekolah khusus, dari berbagai macam kebutuhan khusus, menunya juga disesuaikan," ungkap Wamen Angga.
Standar Kualitas dan Keamanan Makanan
Sementara itu, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program MBG, pihaknya bekerja sama dengan mitra UMKM di sekitar sekolah. Semua mitra UMKM di Tangerang Selatan telah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan, dan telah melalui proses kurasi yang ketat, serta mendapatkan pelatihan mengenai keamanan pangan dan gizi.
Standar makanan yang disajikan, menurut Neneng, telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). "Kalau dari standar penyajian dan sisi higienitas dan kualitas makanan, kami mengikuti standar yang ditentukan oleh BGN. Tentunya berarti sama. Dari mulai gizi, higienitas, sampai bahwa makanan itu bisa sampai ke tempat tujuan," jelasnya.
Selain itu, seluruh area dapur MBG dilengkapi dengan CCTV yang memantau proses penyajian dan serah terima makanan. Semua CCTV tersebut didukung oleh teknologi AI untuk mendeteksi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta potensi keberadaan hama. "Setiap temuan AI tetap divalidasi oleh agen Command Center sebelum ditindaklanjuti," tambahnya.
Neneng menekankan bahwa teknologi bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga fondasi untuk memastikan setiap porsi makanan yang diterima oleh anak-anak aman, bergizi, dan dapat dipertanggungjawabkan. "Dari pemesanan, pengantaran, hingga pengawasan dapur berbasis AI, seluruh proses tercatat secara digital dan transparan. Di saat yang sama, program ini memberdayakan mitra UMKM lokal dan mitra pengemudi di ekosistem kami. Kami siap terus mendukung program prioritas pemerintah melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab,” tutup Neneng.