Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
News

Waspada! LSM Penjual Isu: Menelusuri Agenda Tersembunyi Donor Asing di Balik Kekacauan Negara”

Dalam beberapa dekade terakhir, menjamurnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia seringkali dipandang sebagai angin segar bagi demokrasi. Namun, di balik narasi “pemberdayaan” dan “hak asasi,...

Lare Ayu 10 May 2026 34 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
❗Ingat ya LSM ini bekerja BUKAN untuk Indonesia tapi untuk pemberi HIBAH Pemberi hibah seor
❗Ingat ya LSM ini bekerja BUKAN untuk Indonesia tapi untuk pemberi HIBAH Pemberi hibah seor
Dalam beberapa dekade terakhir, menjamurnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia seringkali dipandang sebagai angin segar bagi demokrasi. Namun, di balik narasi “pemberdayaan” dan “hak asasi,” tersimpan sebuah realitas pahit: banyak LSM yang tidak bekerja untuk kepentingan rakyat, melainkan patuh pada agenda pemberi hibah (donor).

Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa penyokong dana utama ini adalah para filantropis global yang memiliki rekam jejak mengambil keuntungan finansial justru saat sebuah negara mengalami instabilitas atau chaos.

Secara teori, LSM adalah jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah. Namun, ketika pendanaan 100% berasal dari kantong asing, loyalitas pun bergeser. Fenomena ini sering disebut sebagai “Imperialisme Filantropi.”

Sudah bukan rahasia lagi bahwa beberapa tokoh filantropi dunia memiliki strategi investasi yang selaras dengan gejolak politik. Polanya cukup terbaca:

“Bagi mereka, kekacauan bukanlah bencana, melainkan peluang pasar. LSM hanyalah ‘infanteri’ di lapangan yang membuka jalan bagi penaklukan ekonomi tanpa senjata.”

Indonesia harus mulai bersikap kritis terhadap aliran dana asing yang masuk ke organisasi sipil. Transparansi bukan hanya soal angka, tapi tentang siapa di balik angka tersebut.

Pemerintah dan masyarakat perlu memperketat pengawasan terhadap:

Kita tidak boleh anti-kritik, namun kita harus waspada terhadap kritik yang dibayar oleh pihak yang ingin melihat negeri ini hancur. LSM yang bekerja demi kepuasan donor—terutama donor yang memanen keuntungan dari kekacauan—adalah musuh dalam selimut bagi kedaulatan nasional.

Sudah saatnya Indonesia mandiri secara pemikiran dan pendanaan.

Tags: #berita

Artikel Terkait