Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Zulkifli Hasan Dorong Masyarakat untuk Pilah Sampah demi Target Bebas Sampah 2029

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan target penyelesaian masalah sampah nasional mencapai 70-80 persen pada...

Dewa Raka 17 October 2026 43 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)

Jakarta, CNN Indonesia -- Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian 70-80 persen masalah sampah nasional pada tahun 2029. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam reformasi pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah dari rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zulhas saat menjadi Pembina dalam Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, yang dihadiri oleh sekitar 15.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah, komunitas, relawan lingkungan, dan masyarakat, beberapa waktu lalu.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah

Zulhas menegaskan bahwa masalah sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. "Jika pemerintah membangun teknologinya dan masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan produktif," ujarnya.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah lokasi prioritas sesuai dengan mandat Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Zulhas menjelaskan bahwa sekitar 30 lokasi PSEL direncanakan untuk dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus pada kawasan perkotaan yang menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

Langkah-Langkah ke Depan dalam Pengelolaan Sampah

Dalam waktu dekat, ada tiga lokasi PSEL yang dijadwalkan untuk melaksanakan groundbreaking, diikuti oleh 12 lokasi yang sedang diproses oleh Danantara untuk memasuki fase pemilihan mitra, dengan target beroperasi pada tahun 2028.

"Pemerintah sedang melakukan reformasi besar dalam pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas waste to energy. Namun itu saja tidak cukup," tambah Zulhas. "Reformasi ini harus berjalan paralel dengan gerakan masyarakat memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi," tutup Menko Pangan.

Artikel Terkait