Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah mulai membuka arah dukungannya untuk Pemilihan Presiden 2029. Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, mengungkapkan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan kembali menggandeng Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ali menyatakan bahwa PSI belum ingin terlibat terlalu dalam dalam spekulasi mengenai kemungkinan perpisahan Prabowo dan Gibran pada Pilpres 2029, namun ia percaya bahwa keduanya akan maju sebagai pasangan.
“Pilihan yang ada kita kan mendukung pasangan Prabowo-Gibran, saya juga tidak yakin kalau Pak Prabowo tidak ambil kembali Mas Gibran,” jelas Ahmad Ali pada Selasa (6/10/2026). Menurutnya, Gibran memiliki posisi yang kuat untuk kembali bersaing sebagai calon wakil presiden. Pengalaman Gibran dalam jabatan wakil presiden menjadi salah satu alasan yang mendukung penilaiannya bahwa Gibran lebih unggul dibandingkan kandidat lainnya. “Pertanyaan saya, kenapa saya katakan tidak ada cawapres yang lebih baik dari Gibran, tunjukkan sama saya dari sekian nama-nama itu adakah yang punya pengalaman wapres?” tuturnya.
Komitmen PSI Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Sikap Ahmad Ali sejalan dengan posisi politik PSI saat ini. Ia menyatakan bahwa partainya masih berfokus pada dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik. PSI diketahui merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Maju Plus yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Setelah pasangan tersebut memenangkan pemilu, beberapa kader PSI kemudian dilantik ke dalam pemerintahan, termasuk Raja Juli Antoni yang menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
Bagi Ali, keberadaan kader PSI di pemerintahan menjadi bagian dari kesinambungan dukungan politik partainya terhadap Prabowo-Gibran. “Kenapa tidak kita kemudian berpikir untuk menyandingkan kembali di periode kedua,” ujarnya.
Pengalaman Gibran sebagai Modal Politik
Ahmad Ali menekankan bahwa pengalaman Gibran sebagai wakil presiden adalah modal politik yang sangat berharga dalam konteks Pilpres 2029. Ia mempertanyakan kandidat lain yang dapat menawarkan pengalaman serupa. Ali berpendapat bahwa pengalaman menjabat sebagai wakil presiden selama satu periode memberikan keuntungan tersendiri bagi Gibran. Oleh karena itu, PSI belum melihat alasan untuk mencari figur lain sebagai pendamping Prabowo.
Meski demikian, pernyataan Ali mencerminkan sikap politik partai yang masih bisa berubah. Pilihan pasangan calon pada Pilpres 2029 akan bergantung pada dinamika koalisi, keputusan partai politik, serta perkembangan elektabilitas para kandidat menjelang pemilu. Saat ini, PSI memilih untuk mempertahankan garis politik yang telah dibangun sejak Pilpres 2024: mendukung Prabowo-Gibran dan membuka kemungkinan keduanya kembali berpasangan untuk periode kedua.