Ahmad Ali, yang menjabat sebagai Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia, menegaskan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming adalah individu yang berpendidikan. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas kontroversi mengenai ijazah Gibran. Ia membantah anggapan bahwa Gibran tidak menyelesaikan pendidikan setara SMA di Indonesia. “Gibran bukan orang yang tidak berpendidikan,” ungkap Ahmad Ali melalui akun resmi PSI pada Rabu (21/10/2026).
Walaupun Gibran tidak menempuh pendidikan SMA atau yang setara di Indonesia, Ahmad Ali menegaskan bahwa Gibran telah menjalani pendidikan di luar negeri. Ia juga menyebutkan bahwa ada prosedur untuk menyetarakan pendidikan tersebut. “Ia telah menjalani proses pendidikan hingga perguruan tinggi di luar negeri. Negara kita pun memiliki mekanisme resmi untuk mengakui kesetaraan pendidikan tersebut,” jelasnya.
Pentingnya Klarifikasi Melalui Lembaga Resmi
Ahmad Ali meminta agar masyarakat tidak membuat asumsi terkait isu ini. Menurutnya, masalah tersebut seharusnya diselesaikan melalui lembaga yang berwenang. “Kalau ada yang perlu diklarifikasi, selesaikan secara objektif melalui lembaga yang berwenang, bukan dengan asumsi,” tegasnya.
Gibran sendiri diketahui telah menempuh pendidikan di Singapura dan Australia. Ahmad Ali merasa heran mengapa integritas Gibran masih dipertanyakan. “Masa sekolah di Singapura dan Australia kalah integritasnya sama Indonesia? Tentu bukan begitu cara melihatnya,” ujarnya.
Pengakuan Terhadap Sistem Pendidikan Berbeda
Ahmad Ali menekankan bahwa setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Dalam konteks ini, Gibran telah menjalani pendidikan sesuai dengan sistem yang berlaku di negara tempatnya belajar. “Setiap negara memiliki sistem pendidikan dan standar akademik masing-masing yang patut kita hormati,” tambahnya.
Ia juga menyatakan bahwa kredibilitas pendidikan Gibran seharusnya tidak diragukan. “Perbedaan bentuk dokumen pendidikan tidak serta-merta menjadi alasan untuk meragukan kualitas maupun kredibilitas pendidikan seseorang,” tegas Ahmad Ali.
Alih-alih terus mengusik Gibran dengan isu ijazah, Ahmad Ali mengajak agar anak Presiden ke-7 Jokowi tersebut diberi kesempatan untuk bekerja. “Sudahlah, biarkan Gibran bekerja untuk Indonesia. Jangan abaikan perjalanan pendidikan yang telah ditempuhnya,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada Gibran untuk menunjukkan tanggung jawabnya. “Ia ingin mengabdi kepada negeri ini, hargai itu. Berikan kesempatan untuk membuktikan tanggung jawab dan pengabdiannya melalui kerja nyata bagi rakyat Indonesia,” tutup Ahmad Ali.