Update
News

Aksi Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Andi Tegaskan Tidak Akan Kerahkan Massa

Hari ini, aksi demonstrasi mahasiswa dijadwalkan berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Namun, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea memutus...

Bima Candrakumara 28 October 2026 23 pembaca jpnn.com jpnn.com
Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta, Andi Memastikan Tidak Mengerahkan Massa
Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta, Andi Memastikan Tidak Mengerahkan Massa

JAKARTA – Aksi demonstrasi mahasiswa yang direncanakan hari ini di Jakarta akan berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia. Selain mahasiswa dari BEM UI, sejumlah elemen masyarakat sipil juga akan turut serta dalam aksi yang diadakan pada 28 Oktober ini. Namun, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea serta Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menyatakan bahwa mereka tidak akan mengerahkan massa pada hari ini.

Pusat Perhatian pada Penyusunan Aturan

Keputusan untuk tidak mengerahkan massa diambil karena saat ini gerakan buruh sedang fokus untuk mengawasi pembentukan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan turunan dari Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan. Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Andi Gani Nena Wea menjelaskan bahwa KSPSI AGN bersama KBPBI lebih memilih untuk memusatkan perhatian pada proses penyusunan aturan pelaksana agar substansi perlindungan pekerja dapat diterapkan dengan optimal.

Harapan untuk Aksi yang Tertib

Meskipun tidak mengerahkan massa, Andi Gani mengungkapkan rasa hormatnya terhadap hak mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa. Ia mengatakan, "Saya memahami bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak yang dijamin UU. Kami berharap aksi besok dapat berjalan tertib dan damai, terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda." Dia juga mengingatkan agar semua peserta aksi menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kericuhan atau merusak fasilitas publik.

Dia menekankan bahwa penyampaian aspirasi secara damai adalah bagian penting dari demokrasi yang harus dijaga bersama. "Jangan sampai tindakan segelintir orang justru mengganggu tujuan utama aksi," ujarnya. Andi Gani juga memberikan contoh aksi besar buruh pada 24 September 2026 yang dihadiri oleh puluhan ribu buruh dari berbagai daerah, yang mengedepankan ketertiban dan berhasil mendorong tercapainya hasil yang diharapkan.

Dia berharap aksi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil pada 28 Oktober dapat berlangsung aman tanpa gangguan yang dapat merugikan masyarakat luas.

Artikel Terkait