Update
News

Wagub Taj Yasin Berikan Inspirasi Kepemimpinan kepada Kader Muda

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjadi sumber inspirasi bagi kader muda Gerakan Mahasiswa Hidayatullah dalam acara Nasional Leadership Academy 2026 dan Gen Z Youth Leaders Forum di Jak...

Bima Candrakumara 28 October 2026 7 pembaca jpnn.com jpnn.com
Dianggap Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Berbagi Resep Kepemimpinan
Dianggap Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Berbagi Resep Kepemimpinan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, diundang oleh Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepemimpinan dalam acara Nasional Leadership Academy 2026 dan Gen Z Youth Leaders Forum yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memotivasi kader muda untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menyatakan bahwa perjalanan hidup Taj Yasin yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pesantren patut dijadikan teladan bagi para kader. Organisasi Hidayatullah sendiri memiliki lebih dari 600 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kami mengundang Pak Wagub Gus Taj Yasin karena beliau adalah salah satu representasi tokoh santri yang kini berkiprah di pemerintahan," ungkap Rizki.

Pentingnya Persatuan dalam Kepemimpinan

Rizki memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan oleh Taj Yasin, terutama mengenai kepemimpinan yang amanah dan pentingnya menjaga persatuan. Pesan ini dianggap sangat relevan bagi mahasiswa yang sedang bersiap untuk mengambil peran yang lebih besar di masyarakat. Ia juga menekankan bahwa latar belakang pesantren tidak seharusnya membatasi ruang pengabdian seseorang, dan santri memiliki peluang untuk berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan ruang publik.

Dalam forum tersebut, yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Taj Yasin mengajak para calon pemimpin muda untuk menjadikan persatuan sebagai salah satu prinsip utama dalam kepemimpinan. Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan yang dihadapi pemuda pada tahun 1928. Dulu, persatuan dibangun dalam perjuangan melawan penjajahan, sedangkan saat ini tantangan terletak pada menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pandangan dan kemajuan zaman.

Empat Sifat Utama dalam Kepemimpinan

"Dalam kepemimpinan kita dituntut untuk menjadi pemersatu ketika kita sudah menjadi pemimpin," kata Taj Yasin. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin tidak harus memaksa semua orang untuk memiliki pemikiran yang sama, tetapi harus mampu merawat kebersamaan meskipun masyarakat yang dipimpinnya berasal dari latar belakang dan pandangan yang berbeda.

Untuk itu, Gus Yasin menjelaskan empat sifat utama yang seharusnya menjadi pedoman dalam kepemimpinan, yaitu amanah, siddiq, tabligh, dan fatanah. Keempat sifat ini mencerminkan tanggung jawab, kejujuran, keterbukaan dalam menyampaikan informasi, serta kecerdasan dalam membaca situasi. Ia menekankan bahwa tanggung jawab adalah bekal mendasar yang harus dimiliki setiap individu, termasuk mereka yang belum memegang jabatan formal.

"Kita sebagai manusia memiliki jiwa kepemimpinan. Memimpin siapa? Memimpin diri kita sendiri ini. Kita harus bertanggung jawab dengan diri kita masing-masing," ujarnya. Selain integritas dan kemampuan dalam pengambilan keputusan, Taj Yasin juga menyoroti tantangan kepemimpinan di era digital. Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan pengetahuan keislaman dalam menciptakan konten positif dan bermanfaat di media sosial.

Artikel Terkait