Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, menyampaikan kritik dan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya Prabowo untuk lebih waspada dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Salah satu fokus kritiknya adalah cara Presiden dalam menerima dan mengelola laporan dari bawahannya. Amien berpendapat bahwa laporan yang diterima oleh seorang kepala negara tidak selalu mencerminkan situasi yang sebenarnya di lapangan, bahkan bisa jadi hanya menyampaikan informasi yang menyenangkan bagi atasan.
Kritik terhadap Gaya Kepemimpinan Prabowo
Amien mengaitkan kritiknya dengan penurunan elektabilitas politik Prabowo, yang menurutnya seharusnya menjadi momen introspeksi bagi Presiden untuk mengevaluasi gaya kepemimpinannya. "Maaf Presiden Prabowo bila elektabilitas Presiden terus merosot dan sudah disalib Gubernur Jawa Barat, Pak KDM, Pak Kang Dedi Mulyadi, harusnya Prabowo segera mawas diri," ungkap Amien. Ia menilai bahwa Prabowo perlu meninjau kembali berbagai kebijakan dan cara pengambilan keputusan selama masa pemerintahannya, serta menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam mengambil keputusan strategis.
Amien juga menyoroti masalah oligarki, menyatakan bahwa setelah hampir dua tahun berkuasa, Prabowo belum mampu menghadapi kekuatan oligarki dengan efektif. "Setelah hampir dua tahun berkuasa, Prabowo gagal menaklukkan oligarki," ujarnya. Ia menilai bahwa pengaruh oligarki masih sangat kuat dan dapat memengaruhi jalannya pemerintahan, bahkan menyebutkan bahwa oligarki justru yang mengendalikan Prabowo.
Pentingnya Evaluasi dan Reshuffle Kabinet
Amien menekankan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia memerlukan kepemimpinan yang cepat dan tegas. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak berlama-lama dalam mengambil keputusan. "Perlu penanganan yang tegas dan cepat dengan kepimpinan Prabowo yang maju-mundur, gojak-gajak. Bisa-bisa Indonesia justru makin terburuk," tegasnya. Dalam kesempatan itu, Amien memberikan nasihat kepada Prabowo mengenai laporan dari jajaran pemerintah, mengingatkan agar tidak hanya mengandalkan laporan dari bawahannya.
Amien mencatat bahwa banyak pidato Prabowo yang dimulai dengan frasa berdasarkan laporan yang diterimanya, dan mengingatkan bahwa laporan tersebut sering kali bias dan cenderung positif. "Saya perhatikan hampir pidato Prabowo diawali dengan kata-kata berdasarkan laporan yang saya terima," tambahnya. Ia juga mencontohkan bentuk laporan yang bisa membuat seorang presiden merasa sangat populer di masyarakat, dan meminta Prabowo untuk tidak hanya bergantung pada laporan birokrasi.
Selain mengkritik cara pengambilan keputusan, Amien juga meminta Prabowo untuk melakukan evaluasi terhadap posisi menteri dalam kabinetnya. Ia secara langsung meminta agar Prabowo segera melakukan reshuffle terhadap menteri-menteri yang dianggap masih terhubung dengan pemerintahan sebelumnya. "Ngomong-ngomong kapan separuh kabinet menteri-menteri yang sedang berusaha menggunting Anda dalam lipatan segera Anda reshuffle?" tanyanya. Amien menilai bahwa menteri-menteri yang ditunjuk oleh Jokowi berpotensi tidak sejalan dengan agenda pemerintahan saat ini.
Amien juga menuduh adanya kelompok politik dari Solo yang berupaya menggagalkan pemerintahan Prabowo. "Jadi para gangster dari Solo itu punya target politik tunggal yakni hancur dan gagalkan Pemerintahan Prabowo," tambahnya. Ia mendorong Prabowo untuk mempertimbangkan pergantian sejumlah pejabat strategis, termasuk Kapolri dan Panglima TNI, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerintahan. Namun, semua pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik dari Amien Rais terhadap pemerintahan Prabowo.