Amien Rais, seorang tokoh nasional, berpendapat bahwa penyelesaian terhadap krisis legitimasi yang melibatkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sepenuhnya terletak di tangan Presiden Prabowo Subianto. Ia mendesak Prabowo untuk segera melakukan lobi politik dengan mendekati Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia.
Menurut Amien, dalam konteks politik saat ini, Gibran hampir tidak mungkin untuk mengundurkan diri tanpa adanya dukungan atau dorongan langsung dari ayahnya. Oleh karena itu, ia meminta agar Prabowo mengambil langkah proaktif untuk membujuk Jokowi agar mengizinkan putranya mundur dengan cara yang terhormat. Amien menilai bahwa pengaruh politik Jokowi yang masih kuat dan memiliki jaringan loyalis membuat ketegangan di masyarakat pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terus berlanjut.
Pentingnya Lobi Politik
Amien mengungkapkan bahwa akar masalah ini terletak pada kekecewaan masyarakat yang semakin meluas. Ia menyatakan, "MK tidak meredakan polemik mengenai pendidikan Gibran. Sebaliknya, kekecewaan masyarakat justru semakin meluas." Dalam pandangannya, lobi antara Prabowo dan Jokowi sangat penting untuk mencegah terjadinya bentrokan sosial atau eskalasi gerakan massa akibat kemarahan publik yang tidak terwujud dalam saluran konstitusional.
Respon Pemerintah Terhadap Polemik
Sementara itu, Syahganda Nainggolan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah menghormati keputusan yudikatif dan berpendapat bahwa polemik terkait pencalonan tidak dapat dijadikan dasar hukum yang sah untuk melakukan pemakzulan terhadap kepala atau wakil kepala negara. "Terkait tadi ke mana alurnya, ini kan kita masih melihat kan. Itu alurnya kan bisa ke politik, bisa ke kemudian ke hukum lainnya, dan lain-lain," ungkap Syahganda menanggapi dinamika yang sedang berlangsung dalam hukum dan politik.