Update
Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 3 Km, Status Masih Siaga Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 3 Km, Status Masih Siaga
News

Anak Harimau Sumatra Ditemukan Bertahan Hidup di Kerinci Seblat

Kementerian Kehutanan mengonfirmasi keberadaan dua ekor anak Harimau Sumatra yang terdeteksi melalui kamera jebak di Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Penemuan ini menunjukkan harapan bagi upaya konserv...

Aruna Sasmita 31 July 2026 74 pembaca jpnn.com jpnn.com
Hasil Deteksi Kemenhut, Anak Harimau Sumatra Bertahan Hidup di Kerinci Seblat
Hasil Deteksi Kemenhut, Anak Harimau Sumatra Bertahan Hidup di Kerinci Seblat

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengungkapkan bahwa dua ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terdeteksi melalui kamera jebak di kawasan Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Harimau Sumatra pertama kali terlihat pada bulan September 2025 dan kembali terekam pada tahun 2026 dalam keadaan sehat serta menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan dengan menggunakan jaringan kamera jebak yang dipasang secara sistematis. Pemasangan kamera tersebut dilakukan oleh tim lapangan dari Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat, bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Hutan Harimau.

Identifikasi Melalui Pola Loreng

Setyawan menyatakan bahwa identifikasi individu harimau dilakukan berdasarkan pola loreng yang khas pada setiap hewan. Dia menambahkan bahwa pola loreng ini memungkinkan peneliti untuk memastikan bahwa individu yang terekam pada tahun 2026 adalah anak harimau yang sama dengan yang terdokumentasi pada bulan September 2025. "Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia,” ungkap Satyawan kepada media pada hari Kamis, 30 Juli.

Komitmen Terhadap Konservasi

Langkah pemantauan ini sejalan dengan komitmen Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk memperkuat agenda konservasi satwa liar sebagai salah satu prioritas kebijakan nasional. Setyawan menambahkan bahwa Kemenhut terus memperkuat perlindungan habitat satwa yang dilindungi melalui peningkatan patroli kawasan, pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis sains, serta penegakan hukum.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan, yang merupakan rumah bagi Harimau Sumatra dan berbagai satwa endemik lainnya di Indonesia. Setyawan menekankan bahwa kelangsungan hidup generasi baru Harimau Sumatra adalah tanggung jawab bersama dan mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam menjaga kekayaan keanekaragaman hayati nasional. "Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang," tutup Satyawan.

Artikel Terkait