Update
Indonesia Belum Mendapatkan iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max: Apa Alasannya? Pelunasan Utang BLBI Akhirnya Tercapai Setelah Dua Dekade Gigin Praginanto: Prabowo dan Jokowi Memiliki Kesamaan dalam Kepemimpinan Tantangan Pendidikan Dokter Spesialis: Kewenangan Kemendiktisaintek Dipertanyakan Pertamina Tindak Tegas SPBU di Bali, Dua Petugas Diberhentikan Karena Penipuan Partai Golkar Tunggu Klarifikasi Nusron Wahid Terkait Kasus Suap Mahasiswa Antropologi Sosial FIB Undip Berinovasi dalam Edukasi Politik di Balaikota Semarang Resmi Diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Diiringi Lagu Si Jali-Jali Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Rp50 Miliar, Kejati Papua Barat Geledah Kantor Balai Gakkum KLHK Indonesia Belum Mendapatkan iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max: Apa Alasannya? Pelunasan Utang BLBI Akhirnya Tercapai Setelah Dua Dekade Gigin Praginanto: Prabowo dan Jokowi Memiliki Kesamaan dalam Kepemimpinan Tantangan Pendidikan Dokter Spesialis: Kewenangan Kemendiktisaintek Dipertanyakan Pertamina Tindak Tegas SPBU di Bali, Dua Petugas Diberhentikan Karena Penipuan Partai Golkar Tunggu Klarifikasi Nusron Wahid Terkait Kasus Suap Mahasiswa Antropologi Sosial FIB Undip Berinovasi dalam Edukasi Politik di Balaikota Semarang Resmi Diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Diiringi Lagu Si Jali-Jali Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Rp50 Miliar, Kejati Papua Barat Geledah Kantor Balai Gakkum KLHK
News

Anak Harimau Sumatra Ditemukan Bertahan Hidup di Kerinci Seblat

Kementerian Kehutanan mengonfirmasi keberadaan dua ekor anak Harimau Sumatra yang terdeteksi melalui kamera jebak di Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Penemuan ini menunjukkan harapan bagi upaya konserv...

Aruna Sasmita 31 July 2026 61 pembaca jpnn.com jpnn.com
Hasil Deteksi Kemenhut, Anak Harimau Sumatra Bertahan Hidup di Kerinci Seblat
Hasil Deteksi Kemenhut, Anak Harimau Sumatra Bertahan Hidup di Kerinci Seblat

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengungkapkan bahwa dua ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terdeteksi melalui kamera jebak di kawasan Kerinci Seblat, Sumatera Barat. Harimau Sumatra pertama kali terlihat pada bulan September 2025 dan kembali terekam pada tahun 2026 dalam keadaan sehat serta menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan dengan menggunakan jaringan kamera jebak yang dipasang secara sistematis. Pemasangan kamera tersebut dilakukan oleh tim lapangan dari Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat, bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Hutan Harimau.

Identifikasi Melalui Pola Loreng

Setyawan menyatakan bahwa identifikasi individu harimau dilakukan berdasarkan pola loreng yang khas pada setiap hewan. Dia menambahkan bahwa pola loreng ini memungkinkan peneliti untuk memastikan bahwa individu yang terekam pada tahun 2026 adalah anak harimau yang sama dengan yang terdokumentasi pada bulan September 2025. "Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia,” ungkap Satyawan kepada media pada hari Kamis, 30 Juli.

Komitmen Terhadap Konservasi

Langkah pemantauan ini sejalan dengan komitmen Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk memperkuat agenda konservasi satwa liar sebagai salah satu prioritas kebijakan nasional. Setyawan menambahkan bahwa Kemenhut terus memperkuat perlindungan habitat satwa yang dilindungi melalui peningkatan patroli kawasan, pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis sains, serta penegakan hukum.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan, yang merupakan rumah bagi Harimau Sumatra dan berbagai satwa endemik lainnya di Indonesia. Setyawan menekankan bahwa kelangsungan hidup generasi baru Harimau Sumatra adalah tanggung jawab bersama dan mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam menjaga kekayaan keanekaragaman hayati nasional. "Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang," tutup Satyawan.

Artikel Terkait