Update
Indonesia Belum Mendapatkan iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max: Apa Alasannya? Pelunasan Utang BLBI Akhirnya Tercapai Setelah Dua Dekade Gigin Praginanto: Prabowo dan Jokowi Memiliki Kesamaan dalam Kepemimpinan Tantangan Pendidikan Dokter Spesialis: Kewenangan Kemendiktisaintek Dipertanyakan Pertamina Tindak Tegas SPBU di Bali, Dua Petugas Diberhentikan Karena Penipuan Partai Golkar Tunggu Klarifikasi Nusron Wahid Terkait Kasus Suap Mahasiswa Antropologi Sosial FIB Undip Berinovasi dalam Edukasi Politik di Balaikota Semarang Resmi Diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Diiringi Lagu Si Jali-Jali Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Rp50 Miliar, Kejati Papua Barat Geledah Kantor Balai Gakkum KLHK Indonesia Belum Mendapatkan iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max: Apa Alasannya? Pelunasan Utang BLBI Akhirnya Tercapai Setelah Dua Dekade Gigin Praginanto: Prabowo dan Jokowi Memiliki Kesamaan dalam Kepemimpinan Tantangan Pendidikan Dokter Spesialis: Kewenangan Kemendiktisaintek Dipertanyakan Pertamina Tindak Tegas SPBU di Bali, Dua Petugas Diberhentikan Karena Penipuan Partai Golkar Tunggu Klarifikasi Nusron Wahid Terkait Kasus Suap Mahasiswa Antropologi Sosial FIB Undip Berinovasi dalam Edukasi Politik di Balaikota Semarang Resmi Diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Diiringi Lagu Si Jali-Jali Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Rp50 Miliar, Kejati Papua Barat Geledah Kantor Balai Gakkum KLHK
Ekonomi

Pelunasan Utang BLBI Akhirnya Tercapai Setelah Dua Dekade

Pemerintah Indonesia berhasil menyelesaikan kewajiban utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merupakan warisan dari krisis ekonomi 1997-1998. Pelunasan ini ditargetkan selesai pad...

Rimba Amarta 18 September 2026 2 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Pemerintah merampungkan pembayaran kewajiban surat utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sisa warisan krisis 1997-1998 pada Agustus 2026. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Pemerintah merampungkan pembayaran kewajiban surat utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sisa warisan krisis 1997-1998 pada Agustus 2026. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).

Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan pembayaran utang yang berkaitan dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tersisa dari krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997-1998. Menurut Menteri Keuangan Suahasil Nazara, utang tersebut akan tuntas pada Agustus 2026, berkat surplus yang disetorkan oleh Bank Indonesia (BI) ke kas negara sebesar Rp55 triliun.

Suahasil menjelaskan bahwa surplus tersebut digunakan untuk melunasi kewajiban utang yang terkait dengan penanganan krisis ekonomi tersebut. "Saat ini dengan adanya surplus BI Rp55 triliun yang telah digunakan untuk membayar kembali kewajiban surat utang dalam rangka BLBI zaman dahulu, itu sekarang surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97-98 kemarin tuntas kita selesaikan di bulan Agustus," ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta Pusat pada hari Jumat, 18 September.

Surplus BI dan Proyeksi Pendapatan Negara

Informasi mengenai surplus Bank Indonesia diperoleh pemerintah saat proses audit laporan keuangan untuk tahun 2025. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, surplus yang dihasilkan oleh BI harus disetorkan ke kas negara. Pemerintah juga telah memasukkan proyeksi penerimaan ini dalam laporan semesteran dengan angka sebesar Rp56,4 triliun.

Dengan realisasi setoran surplus tersebut, total pendapatan negara dari pos Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) kini mencapai Rp58 triliun. "Kalau Bank Indonesia itu memiliki surplus, dia akan memberikan kepada kas negara. Namun, undang-undang juga mengatakan bahwa kalau ada surplus dari Bank Indonesia itu, maka penggunaannya diatur," jelas Suahasil.

Pencapaian Pelunasan Utang BLBI

Penggunaan surplus ini diatur untuk menyelesaikan kewajiban surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah saat menangani krisis ekonomi di akhir tahun 90-an. Suahasil menilai pelunasan utang BLBI ini sebagai pencapaian penting dalam sejarah sektor keuangan Indonesia. Sebelumnya, pemerintah juga telah berhasil melunasi kewajiban obligasi rekapitalisasi pada Juli 2020.

"Pelunasan ini merupakan prestasi bagi pemerintah karena akhirnya kita terhadap kewajiban surat utang pemerintah obligasi rekap. Kalau obligasi rekap itu sudah lunas di tahun 2020. Kalau obligasi dalam rangka BLBI itu baru kita selesaikan kemarin," tutup Suahasil.

Artikel Terkait