Update
Ekonomi

Arab Saudi Turunkan Harga Minyak untuk Pembeli Asia

Arab Saudi mengurangi harga jual minyak mentah untuk konsumen di Asia pada bulan November 2026, bertentangan dengan prediksi pasar yang mengharapkan kenaikan harga.

Yoga Samadhi 05 October 2026 52 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Arab Saudi memangkas harga jual minyak mentah untuk pembeli di Asia pada November 2026. Ilustrasi. (IAN TIMBERLAKE / AFP).
Arab Saudi memangkas harga jual minyak mentah untuk pembeli di Asia pada November 2026. Ilustrasi. (IAN TIMBERLAKE / AFP).

Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi telah mengambil langkah untuk memangkas harga jual minyak mentah bagi pembeli di Asia pada bulan November 2026. Keputusan ini bertentangan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan adanya kenaikan harga minyak.

Sesuai dengan informasi yang dilaporkan oleh Reuters pada hari Senin (5/10), Saudi Aramco menetapkan harga jual resmi (official selling price/OSP) untuk minyak mentah Arab light di Asia pada bulan November sebesar US$3 per barel lebih rendah dibandingkan harga rata-rata Oman dan Dubai. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar sejak bulan Juni 2020, berdasarkan data dari Reuters.

Perkiraan Pasar yang Meleset

Dalam survei sebelumnya oleh Reuters, harga jual Arab Light untuk Asia diperkirakan akan meningkat hingga US$5 per barel pada bulan November, sejalan dengan tren kenaikan harga minyak acuan di Timur Tengah. Namun, kenyataannya justru berbalik arah.

Selain itu, Saudi Aramco juga mengurangi OSP untuk minyak mentah Arab Medium dan Arab Heavy bagi pembeli di Asia, masing-masing sebesar US$5 per barel. Tiga sumber dari sektor kilang di Asia menyatakan bahwa pemangkasan harga ini tampaknya ditujukan untuk mengimbangi tingginya biaya pengiriman minyak. Mereka menyampaikan informasi ini kepada Reuters secara anonim.

Biaya Pengiriman yang Meningkat

Biaya sewa kapal tanker minyak mentah dengan kapasitas hingga 2 juta barel untuk pengiriman dari Teluk ke China mencapai US$1,2 per hari setahun sebelumnya. Salah satu sumber juga menambahkan bahwa harga yang lebih rendah dapat membantu mengatasi waktu tunggu dan perjalanan yang lebih lama untuk minyak Saudi yang diekspor melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir, di mana pemuatan kargo mengalami penundaan.

Sejak bulan September, Saudi Aramco telah menjual jutaan barel minyak mentah melalui transfer antar kapal di luar Selat Hormuz. Langkah ini mengembalikan arus minyak melalui jalur strategis tersebut ke kondisi sebelum terjadinya konflik. Kerajaan juga telah melanjutkan pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah sempat dihentikan akibat serangan drone yang mengganggu jalur pipa minyak East-West.

Di sisi lain, Aramco telah menaikkan OSP untuk minyak mentah bagi pembeli di Eropa Barat Laut sebesar US$3 per barel untuk semua jenis minyak. Sementara itu, harga jual minyak Saudi untuk pembeli di Amerika Serikat tetap tidak berubah.

Artikel Terkait