Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Bahlil Laporkan Hasil Evaluasi IUP kepada Prabowo, Siap Cabut Izin Tambang yang Bermasalah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menginformasikan kepada Presiden Prabowo mengenai hasil evaluasi IUP di kawasan hutan, dengan tegas siap mencabut izin tambang yang berpotensi merugikan lingkungan.

Yoga Samadhi 16 April 2026 10 pembaca liputan6.com liputan6.com
Bahlil Laporkan Hasil Evaluasi IUP kepada Prabowo, Siap Cabut Izin Tambang yang Bermasalah
liputan6.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru saja melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai hasil evaluasi penataan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi di dalam kawasan hutan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai masalah yang muncul dari kegiatan pertambangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Evaluasi ini dilakukan untuk menilai kepatuhan perusahaan-perusahaan pertambangan terhadap regulasi yang ada, terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Bahlil menegaskan, "Kami tidak akan ragu untuk mencabut izin bagi perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan." Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan sumber daya mineral.

Pemerintah telah mencatat sejumlah IUP yang beroperasi di kawasan hutan, yang diduga tidak memenuhi standar lingkungan dan berpotensi merusak ekosistem. Dengan jumlah IUP yang cukup signifikan, Bahlil menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan setiap izin yang dikeluarkan benar-benar sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

"Masyarakat harus dilindungi dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang yang tidak bertanggung jawab," tambah Bahlil. Dalam pelaksanaan evaluasi ini, tim dari Kementerian ESDM akan berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait agar setiap keputusan yang diambil berdasarkan data dan fakta lapangan yang akurat.

Penegasan terkait pencabutan izin ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan reformasi kebijakan di sektor pertambangan. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, Bahlil berharap evaluasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik laporan tersebut, menekankan perlunya penegakan hukum yang tegas dalam pengelolaan sumber daya mineral. "Kami berkomitmen untuk menjaga kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan rakyat," ujar Prabowo. Hal ini mencerminkan visi pemerintah dalam menciptakan pembangunan yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

Meskipun evaluasi ini baru tahap awal, dampak dari keputusan yang diambil akan dirasakan luas. Pencabutan izin usaha pertambangan yang tidak memenuhi kriteria lingkungan diprediksi dapat membuka jalan bagi praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab di masa yang akan datang. Seluruh pihak akan dipantau untuk memastikan bahwa kegiatan pertambangan dapat berlangsung tanpa mengancam keberlangsungan ekosistem.

Bahlil menambahkan bahwa hasil evaluasi ini akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat, dan diharapkan masyarakat dapat melihat transparansi serta akuntabilitas dari setiap tindakan yang diambil. Pemerintah berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan industri untuk mencapai tujuan bersama dalam pengelolaan sumber daya yang lebih baik.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait