Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Bank Indonesia Perhatikan Inflasi Pangan di Tengah Pemulihan Ekonomi

Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa inflasi yang kembali muncul pada Agustus 2026 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentin...

Yoga Samadhi 02 September 2026 58 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan inflasi Agustus 2026 menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi. Namun, harga pangan bergejolak perlu diperhatikan. (FOTO:ANTARA/Rivan Awal Lingga).
Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan inflasi Agustus 2026 menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi. Namun, harga pangan bergejolak perlu diperhatikan. (FOTO:ANTARA/Rivan Awal Lingga).

Jakarta, CNN Indonesia -- Destry Damayanti, Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), menyatakan bahwa kembalinya inflasi pada bulan Agustus 2026 merupakan indikasi adanya peningkatan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut Destry, hal ini terlihat dari inflasi inti yang tetap terjaga dan mengalami sedikit kenaikan.

“Jadi kalau kita lihat inflasi inti masih tetap stabil, malah meningkat sedikit, yang artinya ada aktivitas ekonomi dari 2,7 ke 2,9 persen,” jelas Destry saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa (1/9).

Lonjakan Harga Pangan Bergejolak

Meskipun inflasi inti menunjukkan perkembangan yang positif, Destry juga menyoroti adanya lonjakan pada kelompok harga pangan bergejolak. Ia mengungkapkan bahwa komponen harga pangan bergejolak mengalami kenaikan dari kisaran 2 persen menjadi 4 persen.

Destry menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga pangan merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. “Jadi PR kita bersama-sama menjaga stabilitas di harga pangan,” ujarnya. BI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan program pengendalian inflasi pangan.

Data Inflasi dari BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sebesar 3,19 persen pada Agustus 2026 (year on year/yoy), sementara inflasi bulanan tercatat 0,21 persen (mtm). Inflasi bulanan sebesar 0,21 persen didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat 0,57 persen dengan andil 0,17 persen.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi dalam kelompok tersebut adalah daging ayam ras dengan andil 0,17 persen, diikuti oleh cabai rawit, ikan segar, dan beras yang masing-masing memiliki andil 0,02 persen. Selain itu, kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun, semangka, serta sigaret kretek mesin atau putih juga berkontribusi dengan andil masing-masing 0,01 persen.

Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pendorong kedua terbesar inflasi dengan kontribusi sebesar 0,37 persen dan andil 0,03 persen. Inflasi dalam kelompok ini didorong oleh inflasi emas dan perhiasan yang mencapai 0,75 persen dengan andil 0,02 persen.

Sementara itu, kelompok transportasi mencatat deflasi sebesar 0,50 persen dengan andil 0,06 persen, yang dipicu oleh tarif angkutan udara. Bensin juga berkontribusi pada deflasi dengan andil 0,03 persen. Inflasi inti tercatat 0,21 persen dengan andil 0,13 persen, sedangkan harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,33 persen dengan andil 0,07 persen.

Terakhir, komponen harga bergejolak mencatat inflasi sebesar 0,88 persen dengan andil 0,15 persen, dengan komoditas utama yang mendorong inflasi adalah daging, ayam ras, cabai rawit, dan beras.

Artikel Terkait