Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

Bank Mandiri Siapkan Pembagian Dividen Interim Sebesar Rp6,16 Triliun pada Oktober 2026

Bank Mandiri mengumumkan rencana pembagian dividen interim sebesar Rp6,16 triliun untuk tahun buku 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham dan cerminan optimisme manajemen terhadap kinerj...

Eko Prasetyo 08 September 2026 50 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
(Foto: dok Bank Mandiri)
(Foto: dok Bank Mandiri)

Bank Mandiri telah menetapkan besaran dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham, yang totalnya mencapai sekitar Rp6,16 triliun. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghargaan kepada para pemegang saham dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kinerja bisnis perusahaan di masa mendatang.

Dengan pembagian dividen ini, total dividen yang akan diberikan oleh Bank Mandiri sepanjang tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Angka tersebut terdiri dari dividen tahun buku 2025 yang mencapai Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun. Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Direksi pada Kamis, 3 September, dan diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada hari berikutnya.

Penjelasan Manajemen Terkait Dividen

Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, menjelaskan bahwa keputusan untuk membagikan dividen interim didukung oleh kinerja keuangan yang kuat serta posisi permodalan dan likuiditas yang memadai. Hal ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sambil tetap menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel. Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai," ungkap Novita dalam keterangan resminya.

Proses Pembayaran dan Jadwal Dividen

Pembagian dividen interim merupakan bagian dari pengelolaan permodalan Bank Mandiri yang dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan pertumbuhan bisnis dan kepentingan pemegang saham. Bank Mandiri menegaskan bahwa pembagian dividen interim tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Dividen interim ini akan dibayarkan kepada pemegang saham yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan yang telah ditentukan. Cum dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi dijadwalkan pada 15 September 2026, ex dividend pada 16 September 2026, cum dividend di Pasar Tunai pada 17 September 2026, ex dividend pada 18 September 2026, recording date pada 17 September 2026, dan tanggal pembayaran pada 2 Oktober 2026.

"Dengan permodalan dan likuiditas yang terjaga, Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif. Seluruh proses pembayaran dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan pasar modal, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepentingan pemegang saham," tambah Novita.

Optimisme manajemen terhadap fundamental bisnis juga didasarkan pada kinerja intermediasi Bank Mandiri yang tetap solid. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit tumbuh 17,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.592 triliun, didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga meningkat sebesar 17,6 persen menjadi Rp1.687 triliun. Pada periode yang sama, total aset mencapai Rp2.358 triliun dengan pertumbuhan 20,7 persen, dan laba bersih meningkat 22,3 persen menjadi Rp37,5 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 1,00 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dilakukan secara sehat dan hati-hati.

Pembagian dividen interim ini akan dilaksanakan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-28 Bank Mandiri pada 2 Oktober 2026, dengan tema "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia". Momentum ini menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk terus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan, memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, dan mendukung perekonomian nasional.

Artikel Terkait