Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

BGN Mengidentifikasi Dugaan Penyebab Keracunan Ratusan Siswa di Jayapura

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan dugaan awal penyebab keracunan yang menimpa ratusan siswa setelah mereka mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua.

Dewa Raka 07 August 2026 64 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
BGN mengungkap dugaan awal penyebab ratusan siswa keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
BGN mengungkap dugaan awal penyebab ratusan siswa keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)

Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengungkapkan dugaan awal terkait penyebab keracunan yang dialami oleh ratusan siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua. Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, menyatakan bahwa dugaan sementara menunjukkan bahwa keracunan tersebut mungkin disebabkan oleh tempe bacem yang dimasak terlalu awal.

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini," ungkapnya dalam keterangan resmi yang disampaikan pada hari Jumat, 7 Agustus.

Pemeriksaan Laboratorium Masih Ditunggu

Meskipun ada dugaan awal, Trenggono menekankan bahwa penyebab pasti dari keracunan ini masih menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium. Ia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil investigasi resmi yang sedang dilakukan.

"Seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa hasil dari investigasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan, serta penerapan standar operasional di semua tahap penyelenggaraan MBG.

Koordinasi dengan Pemerintah dan Penanganan Medis

BGN terus melakukan koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua dan semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa semua pasien mendapatkan perawatan kesehatan yang optimal dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung. Hingga pukul 15.45 WIT, tercatat 219 siswa telah menerima penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di mana delapan di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," jelas Trenggono.

Trenggono juga melakukan kunjungan ke Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi proses penyediaan makanan dan penerapan standar operasional yang ada. BGN telah menghentikan sementara operasional dapur MBG tersebut.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, tetapi juga untuk memperkuat sistem pengawasan agar insiden serupa tidak terjadi lagi. "Tadi saya langsung melakukan kunjungan ke SPPG yang menangani ini. Memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, kenapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," tutup Trenggono.

Artikel Terkait