Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengungkapkan dugaan awal terkait penyebab keracunan yang dialami oleh ratusan siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua. Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, menyatakan bahwa dugaan sementara menunjukkan bahwa keracunan tersebut mungkin disebabkan oleh tempe bacem yang dimasak terlalu awal.
"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini," ungkapnya dalam keterangan resmi yang disampaikan pada hari Jumat, 7 Agustus.
Pemeriksaan Laboratorium Masih Ditunggu
Meskipun ada dugaan awal, Trenggono menekankan bahwa penyebab pasti dari keracunan ini masih menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium. Ia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil investigasi resmi yang sedang dilakukan.
"Seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa hasil dari investigasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan, serta penerapan standar operasional di semua tahap penyelenggaraan MBG.
Koordinasi dengan Pemerintah dan Penanganan Medis
BGN terus melakukan koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua dan semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa semua pasien mendapatkan perawatan kesehatan yang optimal dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung. Hingga pukul 15.45 WIT, tercatat 219 siswa telah menerima penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, di mana delapan di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," jelas Trenggono.
Trenggono juga melakukan kunjungan ke Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi proses penyediaan makanan dan penerapan standar operasional yang ada. BGN telah menghentikan sementara operasional dapur MBG tersebut.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, tetapi juga untuk memperkuat sistem pengawasan agar insiden serupa tidak terjadi lagi. "Tadi saya langsung melakukan kunjungan ke SPPG yang menangani ini. Memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, kenapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," tutup Trenggono.