Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

BGN Menutup Permanen 833 Dapur Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menutup 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelanggaran, mencakup berbagai wilayah di Indonesia.

Eko Prasetyo 27 July 2026 66 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
BGN menutup permanen operasional 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program MBG yang melakukan pelanggaran. (ANTARA FOTO/Sahira Safarina).
BGN menutup permanen operasional 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program MBG yang melakukan pelanggaran. (ANTARA FOTO/Sahira Safarina).

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti melakukan pelanggaran. Penutupan ini mencakup berbagai daerah di Indonesia.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa penutupan tersebut terdiri dari 97 SPPG di wilayah I Sumatra, 311 SPPG di wilayah II Jawa dan Madura, serta 424 SPPG di wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua. "Kami telah menemukan ada 833 dapur yang kami suspend per hari ini. Yang terdiri dari 98 di wilayah 1, wilayah Sumatra. (Sebanyak) 311 di wilayah Jawa dan Madura. Dan wilayah 3 (sebanyak) 424 dengan total 833," ungkap Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7).

Sanksi Tegas untuk Dapur yang Melanggar

Sudaryono menegaskan bahwa dapur MBG yang ditutup tidak akan menerima pembayaran apapun, berbeda dengan kebijakan sebelumnya. "Dapur yang di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu. Misalnya, dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah di-suspend, tutup tidak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran," tegasnya.

Pelanggaran yang Ditemukan

Lebih lanjut, Sudaryono menyampaikan bahwa SPPG yang ditutup telah melanggar beberapa ketentuan, termasuk masalah higienitas, sanitasi, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah ditetapkan oleh BGN. Sebelumnya, dapur MBG tersebut telah diberikan peringatan untuk memperbaiki pelanggaran, namun tidak ada tindakan yang diambil sehingga penutupan permanen dilakukan.

"Jadi yang tidak meet terhadap apa yang menjadi requirement, itu yang tidak bisa kemudian kita minta, kita kasih tenggat waktu untuk diperbaiki tapi tidak diperbaiki, maka kami suspen secara permanen," pungkas Sudaryono.

Artikel Terkait