Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melaporkan bahwa portofolio kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah mencapai Rp1.235,4 triliun pada akhir triwulan kedua tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 8,6 persen secara year-on-year (YoY). Kinerja ini mencerminkan fokus BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Meskipun melakukan ekspansi bisnis yang lebih luas, segmen UMKM tetap menjadi inti dari bisnis dan fondasi utama pertumbuhan BRI.
Strategi Pemberdayaan UMKM
Pada konferensi pers mengenai kinerja keuangan BRI untuk triwulan II 2026 yang berlangsung di Jakarta, Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menjelaskan bahwa besarnya aliran pembiayaan untuk UMKM sejalan dengan upaya BRI dalam mendorong pelaku usaha agar terus berkembang dan naik kelas. "Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa," ungkapnya.
Di tingkat komunitas usaha, BRI juga meluncurkan program Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Selain itu, pemberdayaan diperluas melalui platform digital LinkUMKM yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. BRI juga memberikan pendampingan langsung melalui Rumah BUMN, yang hingga Juni 2026 telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM dalam ekosistem tersebut.
Komitmen Berkelanjutan untuk UMKM
Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan peran BRI yang luas, baik sebagai lembaga keuangan maupun sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun siklus pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM dapat terus berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar. "Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM," tambah Aquarius.
Komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan UMKM juga terlihat dari kinerja perusahaan yang tetap solid. Hingga triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun, dengan pertumbuhan 11,7 persen YoY. Penyaluran kredit juga tumbuh 16,2 persen YoY menjadi Rp1.646 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian perusahaan tercatat sebesar Rp31,2 triliun, meningkat 17,5 persen YoY.