Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

BTN Serahkan 30 Rumah Gratis kepada Mantan Atlet dan Pejuang

PT Bank Tabungan Negara (BTN) bekerja sama dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia memberikan 30 unit rumah gratis kepada mantan atlet dan tokoh yang berjasa, sebagai bentuk penghargaan at...

Gyan Kusuma 01 September 2026 42 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
PT BTN dan Yayasan PHSI serahkan 30 rumah gratis kepada pahlawan Indonesia. Program ini bertujuan memberikan penghormatan dan hunian layak bagi mereka. (FOTO:Arsip BTN JAKIM).
PT BTN dan Yayasan PHSI serahkan 30 rumah gratis kepada pahlawan Indonesia. Program ini bertujuan memberikan penghormatan dan hunian layak bagi mereka. (FOTO:Arsip BTN JAKIM).

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, bersama dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia (PHSI), telah menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk 30 unit rumah gratis kepada atlet dan beberapa tokoh yang berkontribusi bagi bangsa. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BTN senilai total Rp8 miliar, berlokasi di Serang, Banten, dan memiliki dua lantai.

Di antara penerima rumah gratis tersebut terdapat petinju legendaris Indonesia yang pernah meraih gelar juara dunia, Ellyas Pical, serta veteran perang Holili Sukarman.

Harapan untuk Masa Depan

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa penyerahan 30 SHM ini diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul bagi keluarga penerima, yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. "Kita serahkan bukan sekadar kunci sebuah rumah, melainkan juga Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada 30 penerima Rumah Cahaya. Artinya rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, menjadi tempat berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan menjadi sesuatu yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya saat acara penyerahan di Menara 2 BTN, Jakarta Selatan, pada Senin (31/8).

Nixon juga menambahkan bahwa BTN telah merenovasi dan membangun sebanyak 477 unit rumah sosial sejak tahun 2022 hingga 2026. "Sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung renovasi maupun pembangunan rumah sosial sebanyak 477 rumah, Pak. Jadi kurang lebih satu tahun 110-120 rumah bagi masyarakat yang belum beruntung namun membutuhkan rumah," ungkapnya.

Apresiasi dari Pemerintah

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin melalui Program Rumah Cahaya. "Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Terima kasih kepada BTN dan Yayasan PHSI yang sudah menghadirkan Rumah Cahaya ini," kata Ara.

Ia menilai bahwa pemberian hunian kepada para pahlawan dan keluarga yang telah berjasa merupakan bagian dari upaya menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Diharapkan, rumah yang diberikan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga sebagai penghormatan atas perjuangan yang telah mereka lakukan.

Menurut Ara, kolaborasi seperti Program Rumah Cahaya menunjukkan bahwa pembangunan perumahan dapat dilakukan bersama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui keberlanjutan Program Rumah Cahaya, pemerintah berharap semakin banyak pahlawan dan keluarga yang telah berkontribusi bagi bangsa dapat memperoleh hunian yang layak serta penghargaan yang menjadi pengingat atas jasa mereka kepada Indonesia.

Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa penyediaan hunian yang layak masih menjadi tantangan besar, mengingat jutaan masyarakat Indonesia belum memiliki rumah yang layak huni. Ia menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah dan semua pihak terkait kepada mereka yang telah berkorban untuk negara, termasuk keluarga petugas yang gugur dalam menjalankan tugas.

"Kita masih punya tugas yang banyak untuk mencari dan membantu pahlawan-pahlawan yang telah berjasa bagi negara. Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas, seperti petugas pemadam kebakaran dan petugas karhutla, termasuk keluarganya. Kita harus terus hadir untuk mereka," pungkas Hashim.

Artikel Terkait