JEMBRANA - Dalam kunjungannya ke Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 928/Brata Sena Yudha (BSY) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan pertemuan dengan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Pertemuan ini berlangsung baru-baru ini dan membahas berbagai isu terkait pembangunan daerah.
Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa pembentukan pangkalan Yonif TP di Gilimanuk bertujuan untuk membantu pemerintah daerah serta masyarakat dalam mengembangkan wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa Yonif TP tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam sektor lain seperti pertanian, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. “Anak-anak kami (Yonif TP) membantu masyarakat, Pak Bupati bisa berkoordinasi dengan dandim, pangdam dan komandan batalyon jika membutuhkan bantuan dari anak-anak kami. Anggap mereka juga anak-anak Pak Bupati,” ungkap Menhan dalam pertemuan tersebut.
Kekurangan Tenaga Medis di Jembrana
Menanggapi pernyataan Menhan, Bupati Made Kembang Hartawan mengungkapkan tantangan yang dihadapi di Kabupaten Jembrana, terutama dalam hal kekurangan tenaga dokter di puskesmas. Ia menjelaskan bahwa sulitnya mendapatkan dokter dan dokter spesialis untuk bertugas di daerah tersebut disebabkan oleh status Jembrana yang bukan merupakan kota besar. Meskipun telah membuka lowongan untuk dokter, peminat yang datang sangat minim.
Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Kembang Hartawan menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan beasiswa bagi putra-putri Jembrana yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran, dengan syarat mereka harus kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan studi. “Kami bersyukur karena saat ini sejumlah perawat dari Yonif TP datang ke puskesmas untuk membantu masyarakat,” tuturnya.
Harapan Kerja Sama dengan Yonif TP
Bupati Jembrana juga berharap agar Yonif TP dapat berkolaborasi lebih lanjut dalam meningkatkan tenaga kesehatan di daerahnya. “Pak Menhan sangat perhatian sekali tidak hanya soal ketahanan pangan dan pertanian tetapi juga terkait kesehatan masyarakat. Kami berharap dari batalyon bisa bekerja sama dengan kami untuk melengkapi tenaga kesehatan kami. Jika di batalyon punya dokter diharapkan bisa membantu juga di Puskesmas kami,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan Sjafrie juga telah memberikan instruksi kepada komandan batalyon Yonif TP, Pangdam, dan Dandim untuk berkoordinasi dengan Bupati Jembrana mengenai kolaborasi tenaga kesehatan yang dapat memberikan dukungan kepada masyarakat setempat.