JAKARTA – Media sosial kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di era digital. Setiap harinya, pengguna dihadapkan dengan berbagai notifikasi, video singkat, foto, komentar, dan informasi yang terus mengalir di layar smartphone mereka. Namun, di balik kenyamanan tersebut, penggunaan media sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.
Dokter dan influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dapat berhubungan dengan munculnya kecemasan atau anxiety, bahkan gejala depresi. Hal ini terutama terjadi ketika pengguna merasa kelelahan setiap kali membuka platform media sosial tersebut. “Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” ungkap dr. Adam dalam utas di akun Threads miliknya.
Rangsangan Berlebih di Media Sosial
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah banyaknya rangsangan yang diterima pengguna saat berselancar di media sosial. Dalam waktu singkat, pengguna dapat beralih dari satu video ke video lainnya, membaca komentar, melihat foto, menerima notifikasi, hingga mengikuti berbagai informasi yang terus diperbarui. Semua ini dapat menyebabkan overload informasi yang berpotensi mengganggu kesehatan mental.
Pentingnya Detoks Media Sosial
Detoks media sosial menjadi salah satu solusi yang disarankan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan di platform-platform tersebut, pengguna dapat merasakan perbaikan dalam kualitas hidup mereka. Mengelola penggunaan media sosial dengan bijak sangat penting untuk menjaga kesehatan mental di tengah arus informasi yang tak ada habisnya.