Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Ekonomi

Danantara Siap Realisasikan Proyek PSEL Rp3 Triliun untuk Atasi Masalah Sampah di DIY

Danantara Investment Management melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara berkolaborasi dengan pemerintah daerah di DIY untuk membangun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik senilai Rp3 triliu...

Yoga Samadhi 13 August 2026 45 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
PT Daya Energi Bersih Nusantara bekerja sama dengan sejumlah pemda di DIY akan membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) senilai Rp3 triliun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
PT Daya Energi Bersih Nusantara bekerja sama dengan sejumlah pemda di DIY akan membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) senilai Rp3 triliun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

Yogyakarta, CNN Indonesia -- Danantara Investment Management (DIM) berkolaborasi dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) dan beberapa pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melaksanakan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun. Proyek ini direncanakan akan memulai groundbreaking pada Desember 2026 dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2028. Keberadaan PSEL diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh sampah di beberapa daerah seperti Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

Penandatanganan nota kesepahaman untuk proyek ini berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, pada Selasa (11/8). Pertemuan tersebut membahas mengenai kesiapan lahan, pasokan sampah, serta tahapan pembangunan yang akan dilakukan.

Kerjasama dan Tahapan Proyek

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Fadli Rahman, selaku Direktur Investasi DIM dan CEO Denera, mengungkapkan bahwa proyek PSEL kini memasuki tahap persiapan konstruksi yang mencakup kajian lingkungan, desain teknis, dan pematangan lahan. Pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada Januari 2027, dengan target penyelesaian pada akhir 2028, sehingga PSEL dapat mulai mengolah sampah pada kuartal III atau IV tahun tersebut.

Fadli menambahkan, "Nilai investasi diperkirakan sekitar Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun, yang tentunya nanti tergantung dari hasil desain itu sendiri pada tahun ini." Rencananya, PSEL akan dibangun di lahan Pemda DIY seluas sekitar 5,7 hektare di Sitimulyo, Piyungan, Bantul, yang berdekatan dengan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan yang saat ini sudah tidak beroperasi.

Proses Pengolahan Sampah dan Manfaat Energi

Secara teknis, sampah yang masuk akan ditempatkan di bunker tertutup dan kedap udara untuk proses pengeringan selama sekitar lima hari. Air lindi yang dihasilkan akan diolah kembali, sementara sampah yang telah mengering akan digunakan sebagai bahan bakar untuk memanaskan air dan menghasilkan uap. Uap tersebut akan digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. Sisa pembakaran, berupa abu atas dan abu bawah, akan diolah dengan standar tinggi yang ditargetkan memenuhi standar Eropa. Emisi hasil pembakaran juga akan melalui penyaringan ketat sebelum dilepaskan ke udara.

Pada tahap awal, fasilitas ini direncanakan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sekitar 18-20 megawatt, yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 15 ribu rumah di wilayah DIY. Fadli menegaskan, "Kami akan bekerja sama dengan PLN, jadi akan ada penandatanganan atau perjanjian jual beli listrik dengan PLN, sama seperti lokasi-lokasi PSEL lainnya."

Sri Sultan menekankan pentingnya pasokan sampah untuk keberlanjutan operasional PSEL, menjelaskan bahwa Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul telah sepakat untuk memasok sampah. Total pasokan dari wilayah Kartamantul diperkirakan mencapai sekitar 1.099 ton per hari, dan Pemda juga membuka kemungkinan keterlibatan Gunungkidul dan Kulon Progo sesuai kebutuhan pengelolaan sampah masing-masing.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyatakan bahwa PSEL merupakan bagian dari strategi penanganan sampah di DIY. Ia menjelaskan bahwa potensi timbulan sampah di DIY mendekati 2 ribu ton per hari, dan masing-masing pemda telah berupaya mengurangi atau mengelola sampah melalui TPS, bank sampah, serta berbagai fasilitas pengolahan di daerah. "Setelah dikelola melalui TPS, bank sampah, dan lainnya, masih ada (sisa) kurang lebih seribu ton per hari yang kemudian dikelola melalui PSEL," ujar Kusno.

Selain transformasi energi, Kusno menambahkan bahwa investasi dalam proyek PSEL juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan proyek ini akan menyerap sekitar 500-1.000 tenaga kerja selama tahap konstruksi, dengan prioritas untuk tenaga kerja lokal. Ketika beroperasi, fasilitas ini diperkirakan akan membutuhkan sekitar 100-150 tenaga kerja.

Artikel Terkait