Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Danantara Utamakan Teknologi Teruji dalam Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan komitmennya untuk memprioritaskan teknologi yang telah terbukti efektif dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Aruna Sasmita 15 April 2026 11 pembaca liputan6.com liputan6.com
Danantara Utamakan Teknologi Teruji dalam Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
liputan6.com

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa perusahaan akan memfokuskan pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada teknologi yang telah terbukti efektif. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan sampah yang semakin meningkat, serta kebutuhan akan sumber energi yang berkelanjutan.


Rosan menjelaskan bahwa penggunaan teknologi yang telah terbukti dapat memberikan jaminan lebih dalam hal efektivitas dan efisiensi operasional. "Kami ingin memastikan bahwa semua teknologi yang kami gunakan dalam proyek ini dapat diandalkan dan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap inisiatif pengolahan sampah yang akan dilaksanakan.


Salah satu alasan utama mengapa Danantara memilih teknologi teruji adalah untuk meminimalisir risiko. Dalam proyek PSEL, perencanaan yang matang sangat diperlukan, mengingat potensi dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan. Dengan demikian, penggunaan teknologi yang sudah terbukti akan memberikan landasan yang lebih kuat dalam mencapai tujuan pengurangan volume sampah dan penyediaan energi alternatif.


Pihak Danantara juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah dan masyarakat lokal, untuk memastikan bahwa proyek ini dapat diimplementasikan dengan baik. "Kami menyadari pentingnya peran serta semua pihak dalam keberhasilan proyek ini. Oleh karena itu, kami akan melibatkan masyarakat dalam proses edukasi dan sosialisasi terkait manfaat PSEL," imbuhnya.


Dalam pengembangan proyek ini, Danantara tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada keterlibatan komunitas. Hal ini penting untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu warga yang terlibat dalam sosialisasi, Siti mengungkapkan, "Kami sangat antusias dengan inisiatif ini karena dapat membantu lingkungan sekaligus memberikan sumber energi untuk masyarakat."


Rosan juga mengindikasikan bahwa Danantara akan terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan inovasi dalam teknologi PSEL. "Kami percaya bahwa melalui inovasi dan teknologi yang tepat, kita dapat mengatasi masalah sampah yang ada dan berkontribusi pada kebutuhan energi yang bersih dan terbarukan," jelasnya.


Secara keseluruhan, fokus Danantara pada teknologi yang terbukti efektif diharapkan dapat menjadi langkah maju dalam upaya pengelolaan sampah di Indonesia. Dengan melibatkan masyarakat dan memprioritaskan kolaborasi, proyek PSEL ini diharapkan tidak hanya menanggulangi masalah sampah, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


Ke depannya, Danantara berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan memberi laporan transparan mengenai kemajuan proyek ini. Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengelola sampah dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait