Gubernur Jawa Barat yang juga merupakan kader Partai Gerindra, Dedi Mulyadi, dilaporkan menjadi salah satu sosok yang sedang diperhatikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut jurnalis senior Hersubeno Arief, Dedi memiliki daya tarik politik yang cukup kuat untuk menjadi bagian dari PSI. Ia menilai bahwa elektabilitas Dedi bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan Presiden Prabowo Subianto, yang dapat memberikan dampak positif bagi PSI.
"Nah langkah lain yang saya dengar ini bahwa Jokowi masih terus melakukan akuisisi-akuisisi dari politisi yang cukup senior dan punya nama besar. Saya kira figur seperti Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, itu menjadi salah satu bidikan atau target utama dari Jokowi," ungkap Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point.
Peluang Dedi Mulyadi di Pilpres 2029
Hersubeno juga menilai bahwa posisi Dedi di Partai Gerindra bisa menjadi tidak nyaman, mengingat saat ini ia berada dalam situasi politik yang mempertemukannya dengan Prabowo. "Enggak mungkinlah ya kalau terus-menerus seperti itu. Tetapi tidak mungkin pula ini Dedi Mulyadi diam begitu saja memanfaatkan kesempatan. Kita masih ingat ya ketika dia sebelumnya lompat dari Partai Golkar, kemudian dia lompat ke Partai Gerindra," jelasnya.
Lebih lanjut, Hersu mengaitkan perpindahan Dedi dari Golkar ke Gerindra dengan kemungkinan bahwa pola serupa dapat terulang jika ada tawaran politik dari PSI. Ia mengemukakan bahwa jika PSI berkembang menjadi kekuatan politik yang signifikan, ada kemungkinan Dedi Mulyadi akan berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2029. "Kalau kemudian ini win-win, jadi antara Dedi Mulyadi dengan Gibran ya skenarionya, kemudian Dedi Mulyadi dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres tahun 2029. Jadi Gibran masih tetap ada sirkulasi kekuasaan," tandasnya.
Strategi PSI Menuju Pemilu 2029
Meskipun analisis tersebut merupakan spekulasi politik dari Hersu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Dedi Mulyadi atau Jokowi mengenai rencana Dedi untuk bergabung dengan PSI atau skenario pasangan Pilpres 2029 tersebut. Spekulasi mengenai strategi PSI juga tidak terlepas dari pernyataan Jokowi sebelumnya. Dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jokowi menegaskan bahwa target PSI bukan hanya untuk mendapatkan kursi di parlemen, tetapi juga meraih kemenangan di Pemilu 2029.
"Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi saat memberikan sambutan. Ia juga menyebutkan adanya target besar yang ingin dicapai oleh partai tersebut, meskipun tidak menjelaskan secara rinci mengenai target tersebut.
Dengan demikian, pernyataan Jokowi menjadi salah satu bahan spekulasi mengenai arah strategi PSI dalam menghadapi Pemilu 2029, termasuk kemungkinan memperkuat partai dengan merekrut figur-figur politik yang memiliki elektabilitas tinggi dan basis massa yang kuat. Saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai Dedi Mulyadi sebagai calon kader PSI maupun kepastian mengenai skenario Dedi-Gibran untuk Pilpres 2029.