Update
News

Desakan Perkuatan Standar Keselamatan Gedung Pasca Kebakaran di Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menekankan pentingnya penguatan pencegahan kebakaran melalui pemeriksaan standar keselamatan gedung setelah serangkaian insiden kebakaran di Jakarta.

Kalula Putri 24 September 2026 52 pembaca jpnn.com jpnn.com
Kebakaran Gedung Kembali Terjadi, Suhud Desak Pengawasan & Standar Keselamatan Diperkuat
Kebakaran Gedung Kembali Terjadi, Suhud Desak Pengawasan & Standar Keselamatan Diperkuat

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran dengan melakukan pemeriksaan terhadap standar keselamatan gedung, memastikan ketersediaan alat deteksi dini, serta alat pemadam api ringan (APAR). Seruan ini disampaikan oleh Suhud menyusul beberapa kejadian kebakaran yang terjadi di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kebakaran di Gedung Bappenda pada 7 dan 21 Agustus 2026, serta insiden kebakaran di sekitar Pasar Kebayoran Lama pada September 2026.

Pentingnya Pencegahan Kebakaran

Suhud mengungkapkan keprihatinannya atas terulangnya kebakaran dalam waktu yang berdekatan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas demi keselamatan warga. "Kami prihatin karena kebakaran kembali terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Pencegahan harus diperkuat agar keselamatan warga menjadi prioritas," ujarnya pada Selasa (22/9/2026).

Menurut Suhud, pengelola gedung, baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta, harus memastikan bahwa sistem keselamatan bangunan berfungsi dengan baik. Ia menekankan bahwa pemeriksaan tidak seharusnya hanya dilakukan setelah terjadinya kebakaran, tetapi harus menjadi bagian dari pengawasan dan pemeliharaan yang rutin. "Setiap gedung harus memenuhi standar keselamatan, memiliki deteksi dini, APAR yang memadai, serta jalur evakuasi yang jelas," ungkapnya.

Kolaborasi untuk Keselamatan Bersama

Suhud juga meminta Pemprov DKI, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), untuk memperkuat edukasi dan pengawasan bersama dengan pengelola gedung serta masyarakat. Ia menilai langkah ini penting untuk membangun budaya pencegahan kebakaran di Jakarta. "Pemprov, pengelola gedung, dan masyarakat harus bergerak bersama. Pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api membesar," tegasnya.

Lebih lanjut, Suhud menyoroti kondisi cuaca yang kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pada September 2026 bahwa fenomena El Nino berada pada intensitas sangat kuat dan memprediksi musim hujan 2026/2027 akan datang lebih lambat di banyak wilayah Indonesia. Kondisi kering ini menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam pengendalian risiko kebakaran.

Berdasarkan data yang disampaikan, dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, terdapat 1.216 kejadian kebakaran di Jakarta. Suhud mengajak semua pihak untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. "Mari perkuat kolaborasi, tingkatkan kewaspadaan, dan pastikan setiap gedung serta lingkungan memiliki kesiapan menghadapi kebakaran. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," pungkas Suhud.

Artikel Terkait