Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Politik

Dinamika Elektabilitas Partai Politik Menuju Pemilu 2029: PSI Meningkat, Demokrat Tertekan

Survei terbaru menunjukkan perubahan signifikan dalam peta elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2029, dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai mendekati partai-partai mapan seperti Par...

Gyan Kusuma 07 October 2026 65 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Joko Widodo (Jokowi)
Joko Widodo (Jokowi)

Peta persaingan elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2029 menunjukkan perkembangan baru yang menarik. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang sebelumnya berada di kelompok partai dengan elektabilitas rendah, kini mulai bersaing dengan partai-partai yang memiliki basis pemilih yang lebih kuat di tingkat nasional. Berdasarkan hasil survei dari Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), PSI mencatatkan elektabilitas sebesar 4,3 persen, angka yang setara dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan sedikit lebih tinggi dari Partai Demokrat yang berada di angka 4,1 persen.

Temuan ini menjadi catatan penting dalam konteks politik menjelang Pemilu 2029, mengingat posisi PSI yang kini mulai beririsan dengan partai-partai yang memiliki sejarah panjang dalam kontestasi politik nasional. Di posisi teratas, Partai Gerindra masih memimpin dengan elektabilitas tertinggi sebesar 17,3 persen, diikuti oleh PDI Perjuangan dengan 16,8 persen. Setelah itu, persaingan semakin ketat dengan NasDem yang mencatatkan elektabilitas 7,3 persen, diikuti oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 6,2 persen, Partai Golkar 6,1 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,5 persen. PAN dan PSI berada di angka yang sama, yaitu 4,3 persen, sementara Demokrat sedikit di bawahnya dengan 4,1 persen.

Potensi Perubahan Preferensi Pemilih

Meskipun sejumlah partai menunjukkan posisi masing-masing, peta elektabilitas ini belum sepenuhnya mencerminkan pilihan pemilih untuk Pemilu 2029. Hal ini disebabkan oleh masih adanya 22,5 persen responden yang tidak memberikan jawaban saat ditanya mengenai partai politik pilihan mereka. Peneliti LKPI, Irwan Ardiansyah, menyatakan bahwa besarnya proporsi responden yang belum menentukan pilihan menunjukkan adanya ruang untuk perubahan preferensi politik di kalangan masyarakat.

"Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban," ungkap Irwan dalam keterangannya. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa masih ada kelompok pemilih yang belum memutuskan atau enggan menyebutkan partai politik yang akan dipilih. Situasi ini menciptakan dinamika dalam persaingan elektabilitas menjelang Pemilu 2029, di mana partai yang saat ini berada di posisi atas belum tentu dapat mempertahankan posisinya saat memasuki tahapan pemilu. Sebaliknya, partai yang berada di posisi menengah memiliki kesempatan untuk meningkatkan dukungan, terutama jika mampu menarik pemilih yang belum menentukan pilihan.

Hubungan PSI dan Aktivitas Politik Jokowi

Kenaikan posisi PSI juga menarik perhatian karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkolaborasi dengan partai tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, Jokowi aktif melakukan kunjungan dan menghadiri berbagai kegiatan di sejumlah daerah. Aktivitas ini dianggap oleh beberapa pihak sebagai penguatan jaringan politik PSI menjelang Pemilu 2029.

PSI mencatatkan elektabilitas 4,3 persen dalam survei LKPI, yang menunjukkan bahwa mereka mulai mendekati partai-partai yang sebelumnya memiliki keunggulan elektoral lebih kuat. Namun, dengan masih adanya 22,5 persen responden yang belum menentukan pilihan, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai gambaran final peta kekuatan Pemilu 2029. Pergerakan elektabilitas dalam dua tahun menjelang pemilu masih sangat mungkin berubah, terutama setelah partai-partai mulai menentukan kandidat, membangun koalisi, dan mengintensifkan mesin politik di daerah.

Metodologi Survei LKPI

Survei LKPI dilaksanakan pada 8-20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 3,1 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan panggilan telepon yang dipandu oleh pewawancara. Untuk wawancara melalui telepon, LKPI menggunakan nomor ponsel virtual yang dihasilkan secara acak. Tingkat kontak melalui telepon seluler tercatat 35 persen, sedangkan tingkat respons mencapai 33,1 persen. Sementara itu, wawancara tatap muka mencakup 64,4 persen dari metode pengumpulan data dengan tingkat respons 58,3 persen.

Dengan komposisi tersebut, survei LKPI memberikan gambaran awal mengenai peta persaingan partai politik lebih dari dua tahun sebelum Pemilu 2029. Namun, besarnya kelompok pemilih yang belum memberikan jawaban menunjukkan bahwa peta politik untuk tahun 2029 masih jauh dari kata final.

Artikel Terkait