Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak sektor swasta untuk berinvestasi dalam industri kelapa sawit, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik. Dalam acara Plantation360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs yang berlangsung di Bangkok, Thailand pada Selasa (13/10), Suahasil menyatakan, "Investasi perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan seluruh rantai nilai industri, termasuk penguatan kapasitas pekebun rakyat dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan."
Suahasil menegaskan pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia, yang mencakup sektor ekonomi perdesaan, industri manufaktur, pangan, dan energi. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit, di mana sekitar 41 persen dikelola oleh pekebun kecil. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa masa depan industri sawit sangat terkait dengan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas perkebunan yang sudah ada menjadi prioritas agar pendapatan pekebun dapat meningkat tanpa menambah tekanan terhadap kawasan hutan.
Strategi Meningkatkan Investasi
Suahasil menjelaskan bahwa ada tiga langkah utama untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama, menjadikan keberlanjutan sebagai daya tarik investasi dengan mendorong hilirisasi melalui pengembangan produk pangan berbasis pertanian, oleokimia, biomaterial, serta investasi dalam teknologi pengolahan dan inovasi produk. Ia menambahkan, "Pengembangan energi berbasis sawit, termasuk implementasi B50, green diesel, sustainable aviation fuel (SAF), pemanfaatan minyak jelantah, dan bensin berbasis bahan baku pertanian, juga menjadi bagian dari upaya memperluas nilai tambah industri."
Kedua, penguatan peran pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan sangat penting untuk membuka peluang investasi yang belum sepenuhnya dapat dikelola oleh mekanisme pasar. Suahasil menyatakan bahwa instrumen berbagi risiko, bantuan teknis, dan penyiapan proyek dapat menarik modal swasta untuk peremajaan perkebunan rakyat, penguatan ketelusuran rantai pasok, dan pengembangan industri hilir. Ia menegaskan, "Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mendukung penguatan sektor melalui peremajaan perkebunan rakyat, pengembangan keterampilan, penelitian, dan infrastruktur."
Pentingnya Peran Pekebun Rakyat
Ketiga, Suahasil menekankan pentingnya menjadikan pekebun rakyat sebagai bagian integral dari model bisnis industri sawit. Ia menjelaskan bahwa pekebun tidak hanya berfungsi sebagai pemasok di ujung rantai nilai, tetapi juga sebagai produsen dan wirausaha yang memiliki potensi untuk berkontribusi lebih jauh dalam pengembangan industri. "Dengan demikian, investasi di sektor sawit dapat membuka peluang kerja yang lebih produktif, meningkatkan keterampilan, memperbaiki kondisi kerja, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Suahasil juga menekankan bahwa penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja berkualitas harus sejalan dengan perlindungan lingkungan. Ia menekankan perlunya penegakan hukum yang kredibel untuk memastikan bahwa kegiatan perkebunan berlangsung sesuai ketentuan dan menjaga keberlanjutan industri sawit di Indonesia. Sejak Februari 2025, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan telah mengembalikan 6,2 juta hektare kawasan hutan yang sebelumnya digunakan secara ilegal, termasuk untuk aktivitas perkebunan kelapa sawit.
Suahasil menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan tidak seharusnya dianggap sebagai dua tujuan yang saling bertentangan. Ia percaya bahwa dengan investasi yang tepat, peningkatan produktivitas, penguatan peran pekebun rakyat, dan pengembangan industri hilir, sektor kelapa sawit dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. "Indonesia meyakini bahwa perdebatan mengenai kelapa sawit perlu bergerak melampaui pilihan sederhana antara pembangunan dan keberlanjutan. Kita harus menunjukkan bahwa keduanya dapat saling memperkuat," tutup Suahasil.