Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Teknologi

Fenomena Bulan Purnama pada 26 Oktober 2026: Waspadai Potensi Banjir Pesisir

Masyarakat pesisir Indonesia diminta untuk waspada terhadap fenomena Bulan Purnama yang akan terjadi pada 26 Oktober 2026, yang dapat meningkatkan ketinggian air laut dan memicu banjir rob.

Lare Ayu 22 October 2026 57 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

Fenomena Bulan Purnama yang dijadwalkan muncul pada 26 Oktober 2026 menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Indonesia. Hal ini disebabkan oleh potensi peningkatan ketinggian maksimum air laut yang dapat memicu terjadinya banjir pesisir atau rob di berbagai daerah.

Direktorat Meteorologi Maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa potensi banjir rob ini didasarkan pada pemantauan data ketinggian muka air laut serta prediksi pasang surut. Selain Bulan Purnama, fenomena perigee yang diperkirakan terjadi pada 29 Oktober 2026 juga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Perigee adalah kondisi ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya.

Pengaruh Kombinasi Fenomena Bulan Purnama dan Perigee

Bulan Purnama terjadi ketika Bulan terlihat bulat penuh dari Bumi karena permukaannya yang menghadap Bumi mendapatkan cahaya Matahari secara maksimal. Kombinasi dari kedua fenomena ini dapat mempengaruhi pola pasang surut air laut. Dengan meningkatnya ketinggian pasang maksimum, wilayah pesisir yang rentan dapat menghadapi risiko banjir rob.

BMKG telah mengidentifikasi 15 wilayah pesisir di Indonesia yang berpotensi mengalami banjir rob akibat fenomena ini. Wilayah-wilayah tersebut termasuk pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, potensi serupa juga terdapat di pesisir Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Dampak dan Imbauan untuk Masyarakat

Banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal atau bekerja di daerah pesisir. Dampak yang mungkin terjadi meliputi gangguan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman di pesisir, serta usaha tambak garam dan perikanan darat. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut disarankan untuk memperhatikan perkembangan kondisi pasang air laut, terutama selama periode potensi peningkatan pasang maksimum.

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga dalam menghadapi dampak dari pasang maksimum air laut. Warga juga disarankan untuk memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum melakukan aktivitas di wilayah pesisir. Informasi mengenai kondisi cuaca maritim dapat diakses melalui situs resmi BMKG, dan masyarakat juga dapat menghubungi Call Center BMKG di nomor 196 atau mengikuti akun media sosial X dan Instagram @BMKGmaritim. Jika memerlukan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi kantor BMKG terdekat.

Kewaspadaan sangat penting karena dampak dari pasang maksimum air laut dapat bervariasi di setiap wilayah, tergantung pada kondisi pesisir dan karakteristik pasang surut setempat.

Artikel Terkait