JAKARTA — Geisz Khalifa, yang dikenal sebagai loyalis Anies Baswedan, memberikan tanggapan atas pernyataan Syahganda Nainggolan dari Badan Komunikasi (Bakom) Istana, mengenai usulan posisi menteri untuk Anies. Geisz menekankan bahwa situasi yang ada di lapangan berbeda dengan klaim yang disampaikan oleh Syahganda.
Sebelumnya, Syahganda Nainggolan mengungkapkan bahwa ia mendorong Anies Baswedan untuk bersedia mengisi posisi Menteri Pendidikan. "Saya mendorong dia (Anies) untuk menjadi Menteri Pendidikan. Tidak usah malu-malu," ungkap Syahganda.
Klarifikasi Geisz Khalifa
Menanggapi pernyataan tersebut, Geisz Khalifa melalui akun X (Twitter) miliknya mengungkapkan bahwa Anies Baswedan sebenarnya telah dihubungi untuk posisi Menteri Luar Negeri sejak awal pemerintahan Prabowo. "Anies sejak awal sudah dihubungi untuk menjadi Menteri Luar Negeri. Gue justru mendorong dia untuk menolak," tulis Geisz dalam cuitannya.
Geisz menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya didasarkan pada fakta yang ia ketahui secara langsung. Ia juga memberikan respon terhadap berbagai spekulasi dan komentar publik yang muncul terkait masalah ini. "Gue cuma menjawab omongan Syahganda melalui fakta yg gue ketahui. Kalau kaum otak dikit lainnya mau ikut komentar: Emang siapa yg nawari dsbnya. Lu ngomong sesama kaum OD lu saja," tambah Geisz, menyindir sejumlah politisi yang mengkritik Anies Baswedan.
Pernyataan Syahganda dan Harapan untuk Anies
Sebelumnya, Syahganda Nainggolan secara terbuka mendorong Anies Baswedan untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan. Ia berpendapat bahwa rivalitas politik dalam Pilpres 2024 seharusnya disatukan demi kepentingan bangsa yang lebih besar, daripada mempertahankan ego politik. "Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok," kata Syahganda dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Total Politik.
Syahganda juga mengingatkan Anies agar tidak ragu untuk mengambil peran jika ada kesempatan yang diberikan oleh Istana, dengan merujuk pada dukungan Prabowo kepada Anies pada Pilkada DKI Jakarta 2017. "Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga," ujarnya. Ia memberikan contoh tindakan kenegarawanan Prabowo Subianto yang bersedia menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo setelah dua kali bertarung di Pilpres.