Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Gempa Berkekuatan 5,2 Mengguncang Flores, BMKG: Tidak Ada Risiko Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi. BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Bima Candrakumara 22 August 2026 54 pembaca jpnn.com jpnn.com
Gempa M 5,2 Guncang Flores, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,2 Guncang Flores, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 terjadi di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 09:31:01 WITA. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M5,1 dengan kedalaman 16 kilometer. Lokasi episenter gempa berada pada koordinat 8,07° LS dan 120,66° BT, tepatnya di laut dengan jarak 64 kilometer ke arah timur laut dari Ruteng, Manggarai, NTT.

Karakteristik Gempa dan Dampaknya

Wijayanto menyatakan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki karakteristik pergerakan naik (thrust fault). Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan intensitas IV MMI di beberapa lokasi seperti Lamba Leda, Sambi Rampas, dan Reok di Manggarai Timur.

Rangkaian Gempa Susulan

Gempa ini merupakan rangkaian dari gempa berkekuatan M7,7 yang terjadi di Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 06:58:23 WITA. Hingga 22 Agustus 2026, pukul 09:00:00 WITA, BMKG mencatat sebanyak 5.089 aktivitas gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,2. BMKG berkomitmen untuk terus memantau aktivitas gempa susulan dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan pihak terkait.

Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, serta disarankan untuk menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

Artikel Terkait