Update
News

Great Eastern Life Indonesia dan Precious One Luncurkan Proyek Inklusi CETAR

Great Eastern Life Indonesia bekerja sama dengan Precious One meluncurkan proyek CETAR untuk meningkatkan partisipasi kerja penyandang disabilitas di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan...

Bima Candrakumara 27 September 2026 62 pembaca jpnn.com jpnn.com
Gandeng Precious One, Great Eastern Life Indonesia Luncurkan Proyek Inklusi 'CETAR'
Gandeng Precious One, Great Eastern Life Indonesia Luncurkan Proyek Inklusi 'CETAR'

Great Eastern Life Indonesia telah menjalin kolaborasi dengan Precious One untuk meluncurkan proyek bernama CETAR (Cause Everyone Is Talented and Reliable). Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas dan meningkatkan partisipasi mereka dalam dunia kerja, yang saat ini masih tergolong rendah di Indonesia.

Menurut data dari BPS yang dipublikasikan oleh Kemenko PMK pada tahun 2025, terdapat lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia, namun tingkat partisipasi kerja mereka hanya mencapai 23,94%. Untuk menjawab tantangan ini, Great Eastern Life Indonesia memperkenalkan proyek bertajuk The Great Ambassador Project: CETAR, yang merupakan bagian dari GREAT Comfund 2026, melalui kerja sama strategis dengan organisasi sosial Precious One.

Momentum Peluncuran yang Tepat

Peluncuran program CETAR ini bertepatan dengan peringatan International Week of Deaf People yang berlangsung dari 21 hingga 27 September 2026, serta International Day of Sign Languages pada 23 September. Roy Hendrata Gozalie, Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif. Ia menyatakan bahwa inklusivitas sejati hanya dapat terwujud jika masyarakat mau memahami, berkomunikasi setara, dan memberi ruang bagi setiap individu untuk menunjukkan potensi mereka.

“Melalui CETAR, kami ingin membawa pemahaman tersebut menjadi kolaborasi nyata—sekaligus menunjukkan bahwa sustainability dapat dimulai dari hal yang dekat dengan kita, melalui pemberdayaan manusia dan pemanfaatan kembali apa yang kita miliki,” ungkap Roy Hendrata Gozalie.

Program Edukasi dan Implementasi Praktis

Dalam pelaksanaan program ini, terdapat sesi edukasi berjudul “Aku Sahabat Disabilitas” yang dipandu oleh Ratnawati Sutedjo, pendiri Precious One. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para karyawan mengenai berbagai jenis disabilitas serta pengenalan dasar bahasa isyarat yang digunakan oleh teman Tuli.

Selain teori, semangat inklusi juga diimplementasikan melalui workshop upcycling. Dalam lokakarya ini, kain batik dari seragam lama Great Eastern Life Indonesia diolah kembali menjadi pouch kain yang multifungsi. Kolaborasi ini tidak hanya memberdayakan penyandang disabilitas dalam proses desain, menjahit, hingga pengawasan mutu, tetapi juga memperpanjang siklus hidup material yang tidak terpakai menjadi produk baru yang bernilai ekonomis.

Ke depan, proyek CETAR diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan, termasuk melibatkan penyandang disabilitas dalam pembuatan berbagai suvenir dan merchandise resmi perusahaan.

Artikel Terkait