Anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengungkapkan apresiasi terhadap upaya Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan yang memanfaatkan teknologi canggih untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan lahan gambut. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungannya ke instalasi surfaktan di Mapolda Kalsel, di mana ia menyaksikan langsung strategi dan inovasi yang diterapkan.
Menurut Habib Aboe, penggunaan teknologi dalam penanganan karhutla menjadikan proses tersebut lebih modern, terukur, dan efisien. Ia menyoroti dua inovasi utama yang dikembangkan oleh Polda Kalsel. Pertama, penggunaan drone termal yang berfungsi untuk memetakan titik panas (hotspot) serta memantau area yang terdampak secara luas, termasuk kemampuan mendeteksi bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah gambut.
Inovasi Teknologi dalam Pemadaman Kebakaran
Kedua, adalah teknologi surfaktan dan gambut injection. Inovasi ini melibatkan penggunaan surfaktan yang diformulasikan ke dalam tanah gambut melalui pipa berlubang, yang dianggap efektif untuk memadamkan bara api di lapisan bawah, sekaligus meningkatkan efektivitas pemadaman udara (water bombing). Habib Aboe menegaskan, “Saya mengapresiasi cara kerja Polda Kalsel yang terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam penanganan karhutla. Ini menunjukkan bahwa upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi juga dikembangkan melalui pendekatan yang lebih modern, terukur, dan berbasis teknologi.”
Pentingnya Integrasi Data dan Evaluasi Berkelanjutan
Legislator dari Dapil I Kalsel itu menekankan pentingnya pengembangan teknologi penanganan karhutla yang harus diimbangi dengan integrasi data, koordinasi antar instansi, serta evaluasi yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa informasi dari drone termal, laporan petugas di lapangan, dan hasil pemantauan titik api perlu dijadikan dasar dalam menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.
Habib Aboe berharap agar inovasi yang diterapkan oleh Polda Kalsel dapat terus diperkuat melalui penelitian, pengujian, dan kolaborasi dengan para ahli serta instansi terkait. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla harus semakin presisi, efektif, dan berkelanjutan. “Ke depan, inovasi seperti drone termal dan teknologi surfaktan perlu terus disempurnakan agar penanganan karhutla makin cepat, tepat sasaran, dan mampu mencegah kebakaran berulang,” tambahnya.