JAKARTA – Heru Subagia, seorang pengamat politik, menyatakan kekecewaannya karena tantangan yang diajukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengenai pemberantasan korupsi tidak mendapatkan tanggapan. Heru sebelumnya menantang Dedi untuk mengadakan sayembara dalam mengungkap kasus korupsi besar, namun setelah menunggu beberapa hari, ia tidak melihat adanya respons dari Dedi.
Kritik Terhadap Sikap Dedi Mulyadi
Heru menarik kesimpulan bahwa Dedi Mulyadi belum menunjukkan keberanian untuk menghadapi isu-isu yang lebih besar di tingkat nasional. Ia bahkan menyebut Dedi dengan istilah 'ayam sayur' untuk menggambarkan sikapnya yang tidak merespons tantangan tersebut. “Terkait sayembara KDM yang sekali lagi saya katakan dia tidak lebih sebagai ayam sayur,” ungkap Heru.
Menurut Heru, ketidakberanian Dedi dalam menghadapi isu pemberantasan korupsi menunjukkan adanya ketakutan yang mendalam. “Mungkin sekali lagi saya katakan KDM ternyata mempunyai ketakutan luar biasa untuk menggebrak koruptor kelas kakap,” tambahnya. Heru juga mengamati bahwa tim Dedi tampaknya telah mempelajari latar belakangnya sebelum memberikan respons terhadap tantangan yang dilontarkannya.
Tantangan yang Tidak Direspons
Heru berpendapat bahwa Dedi memilih untuk tidak merespons tantangannya, yang ia anggap sebagai indikasi bahwa Dedi berada di bawah tekanan dalam menghadapi tantangan pemberantasan korupsi. “Dalam konteks ini, KDM sepertinya tidak mau melayani tantangan saya, dan mungkin juga masyarakat secara umum berkaitan dengan melawan koruptor,” ujarnya. Ia menilai sikap diam Dedi menunjukkan bahwa ia mungkin sudah menyerah.
Heru juga mengkritik mentalitas Dedi, menyatakan, “Saya yakin bahwa mentalitas KDM ini sejatinya betul ayam sayur.” Ia mencermati respons para pendukung Dedi di media sosial yang beralasan bahwa pemberantasan korupsi kelas kakap bukan merupakan kewenangan gubernur. “Melihat militansi para pembelanya, tentu mereka berdalih pemberantasan korupsi kelas kakap bukan menjadi ranah dan wewenang dari KDM,” jelasnya.
Basis Pendukung yang Belum Siap
Heru mencatat bahwa percakapan di media sosial menunjukkan bahwa para pendukung Dedi Mulyadi belum siap untuk membawanya ke arena politik nasional. “Tapi dengan melihat percakapan di Medsos, memperlihatkan para penggemarnya belum siap, masih main kandang,” kata Heru. Ia menilai kondisi ini bisa menjadi beban bagi Dedi jika ingin memperluas karier politiknya ke tingkat nasional.
Heru menyimpulkan bahwa Dedi Mulyadi masih terfokus pada isu-isu lokal di Jawa Barat dan kurang berani menghadapi kritik terkait kebijakan dan kinerjanya sebagai gubernur. “Salah satunya jika ada kritik dari Pengamat yang saat ini sedang mendapatkan tanggapan dari KDM, yang tentu mengkritisi masalah kebijakan dan prestasi KDM yang dinyatakan gagal,” tuturnya.
Menarik Dukungan untuk Pilpres 2029
Heru juga menyatakan bahwa ia tidak lagi memiliki komitmen untuk mendukung Dedi Mulyadi sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ia memberikan dukungan karena melihat potensi Dedi dalam politik nasional, namun setelah menunggu respons yang tidak kunjung datang, Heru merasa sudah cukup untuk menarik kesimpulan. “Saya sudah tidak punya tanggung jawab moral lagi, komitmen saya mendukung KDM menjadi bagian Capres 2029, karena dua tiga hari saya menunggu, saya pikir ini cukup mengambil kesimpulan, bahwa mentalitas KDM belum siap bertarung di Pilpres,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heru menilai Dedi Mulyadi masih merupakan figur lokal yang populer di media sosial. “Saya menutup diri tidak memberikan ruang bagi KDM, saya pikir yang saya inginkan sudah terjawab, KDM hanya pemain kandang, sosok konten kreator lokal,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa aktivitas politik Dedi masih terbatas di Jawa Barat dan sering kali mendapat kritik dari berbagai pihak.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengadakan sayembara dengan hadiah antara Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan. Syaratnya adalah pelaku harus diserahkan kepada polisi dalam keadaan hidup dan tidak dalam kondisi babak belur. Hal ini kemudian memicu tantangan dari Heru Subagia, namun ia mengaku belum mendapatkan respons dari Dedi Mulyadi.