Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

IMF Peringatkan Bahaya Utang dan Inflasi di Tengah Krisis Energi Berkelanjutan

Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan pentingnya pengendalian utang dan defisit fiskal di tengah krisis energi yang belum mereda. Meskipun ada beberapa faktor penyangga, risiko inflasi dan uta...

Lare Ayu 30 August 2026 73 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
IMF mengingatkan pentingnya pengendalian utang dan defisit di tengah krisis energi. Meskipun ada tekanan, ekonomi global masih bertahan dengan investasi AI. (FOTO:AFP/FABRICE COFFRINI).
IMF mengingatkan pentingnya pengendalian utang dan defisit di tengah krisis energi. Meskipun ada tekanan, ekonomi global masih bertahan dengan investasi AI. (FOTO:AFP/FABRICE COFFRINI).

Jakarta, CNN Indonesia -- Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan agar ekonomi global tetap menjaga utang dan defisit dalam batas yang terkendali dengan merumuskan strategi untuk mengatasi masalah fiskal di tengah berlanjutnya krisis energi. Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF, menilai bahwa ekonomi global masih memiliki kemampuan untuk menghadapi dampak dari krisis energi akibat perang di Iran, bahkan lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya. Namun, kondisi fiskal di beberapa wilayah semakin memburuk.

Faktor Penyangga Ekonomi Global

Georgieva menyatakan bahwa saat ini perekonomian global menghadapi tantangan dari tekanan pasokan energi di kawasan Teluk, sementara di sisi lain terjadi lonjakan investasi dalam bidang kecerdasan buatan (AI). "Guncangan energi belum berakhir," ungkapnya dalam konferensi pers yang diadakan pada pertemuan para menteri keuangan negara-negara G20, seperti dilansir dari Reuters.

Ia juga menjelaskan beberapa faktor yang memungkinkan ekonomi global bertahan dari dampak krisis energi, seperti penggunaan cadangan minyak dan gas, peningkatan pasokan energi dari luar kawasan Teluk, serta penurunan permintaan energi. Selain itu, pengembangan kapasitas energi terbarukan dan pemanfaatan kembali batu bara di beberapa daerah juga berkontribusi dalam menopang ekonomi global di tengah guncangan ini.

Risiko Inflasi dan Utang yang Mengancam

Sementara itu, investasi di sektor AI di Amerika Serikat turut memberikan dorongan bagi laba perusahaan serta konsumsi masyarakat. Beberapa negara juga meningkatkan pembangunan pusat data dan penyediaan perangkat keras untuk AI. Meskipun demikian, Georgieva memperingatkan bahwa tingginya utang, inflasi yang sulit diturunkan, dan ketegangan dalam perdagangan dapat mengancam prospek ekonomi global ke arah yang negatif.

IMF juga menekankan bahwa kenaikan harga minyak dapat berdampak pada inflasi dan memaksa pemerintah untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya pembayaran utang dan menekan aktivitas ekonomi. Saat ini, harga minyak dunia jenis Brent berada di kisaran US$80 hingga US$90 per barel, yang menunjukkan penurunan dibandingkan rekor US$118 per barel pada musim semi lalu.

IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3 persen per Juli 2026, sebagai dampak dari krisis energi dan risiko inflasi yang masih menghantui. Lembaga keuangan internasional tersebut dijadwalkan untuk memperbarui proyeksi pada Oktober 2026 di Bangkok.

Artikel Terkait