Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Indikasi Likuifaksi Terjadi Pasca Gempa Flores, Badan Geologi Berikan Penjelasan

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) menunjukkan tanda-tanda likuifaksi di Waekokak. Badan Geologi memberikan penjelasan terkait fenomen...

Karim Abinaya 16 August 2026 81 pembaca jpnn.com jpnn.com
Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Gempa Flores Picu Indikasi Likuifaksi, Begini Penjelasan Badan Geologi

Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menimbulkan indikasi terjadinya likuifaksi di daerah Waekokak. Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi adanya mata air yang muncul beberapa saat setelah gempa tersebut terjadi.

Penjelasan Mengenai Likuifaksi

Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa likuifaksi yang terjadi berupa semburan air berpasir atau lumpur. Ia menyatakan, "Jenis likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur." Lana juga menambahkan bahwa dampak dari likuifaksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada tanah serta pondasi yang memiliki tingkat kerentanan rendah hingga sedang. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi likuifaksi di Waekokak tidak sebanding dengan yang terjadi di Palu.

"Likuifaksi ini masih dalam kategori relatif aman dan bukan seperti kasus likuifaksi tipe Palu yang dapat mengalir jauh," tuturnya. Lana juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih perlu melakukan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah fenomena tersebut benar-benar likuifaksi atau bukan.

Penyebab dan Imbauan untuk Masyarakat

Gempa yang terjadi dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, yang sebelumnya tercatat pernah menyebabkan gempa bumi merusak, termasuk beberapa di antaranya yang memicu tsunami. "Sesar naik busur belakang Flores, tercatat pernah menyebabkan gempa bumi merusak dan beberapa di antaranya memicu tsunami," ungkapnya. Beberapa kejadian gempa bumi yang diikuti tsunami terjadi di Flores Utara pada tahun 1961 dan Flores pada tahun 1992, serta gempa merusak lainnya di Solor pada tahun 1982 dan Manggarai pada tahun 2003.

Lana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti arahan dari petugas. Ia juga meminta agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap bangunan setelah terjadi gempa bumi," ujarnya. Sebelumnya, tercatat bahwa korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 51 orang.

Artikel Terkait