Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Jaksa Agung Ingatkan Jajaran untuk Hati-hati dalam Menetapkan Tersangka Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penetapan kepala desa sebagai tersangka, terutama untuk kesalahan administratif.

Gyan Kusuma 19 April 2026 14 pembaca liputan6.com liputan6.com
Jaksa Agung Ingatkan Jajaran untuk Hati-hati dalam Menetapkan Tersangka Kepala Desa
liputan6.com

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tidak terburu-buru dalam menetapkan kepala desa (kades) sebagai tersangka. Hal ini disampaikan seiring dengan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai kesalahan yang dilakukan, terutama jika kesalahan tersebut masih bersifat administratif.


Burhanuddin menegaskan bahwa tindakan kriminalisasi terhadap kades harus dihindari, dan penetapan tersangka harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini penting untuk menjaga keadilan dan mencegah penyalahgunaan wewenang dalam proses hukum. Dengan demikian, diharapkan bahwa setiap tindakan hukum yang diambil dapat mempertimbangkan konteks dan substansi dari kesalahan yang terjadi.


Dalam konteks ini, Jaksa Agung menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan dengan bijaksana dan tidak mengabaikan prinsip-prinsip keadilan. Ke depan, diharapkan ada peningkatan pemahaman di kalangan aparat penegak hukum mengenai perbedaan antara kesalahan administratif dan tindak pidana yang sebenarnya.


Dengan pernyataan ini, diharapkan proses hukum terhadap kepala desa dapat berjalan lebih transparan dan adil, serta mengurangi potensi terjadinya kriminalisasi yang tidak semestinya. Langkah ini menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait