Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menanggapi isu yang muncul terkait ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dituduh sebagai penistaan agama. Dalam penjelasannya, JK menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyinggung agama Islam maupun Kristen.
JK menyatakan bahwa dalam ceramah tersebut, ia hanya membahas konflik yang terjadi di Poso dan Ambon selama satu hingga dua menit. Ia menekankan bahwa fokus pembicaraannya adalah pada konflik yang terjadi, bukan pada dogma atau ajaran agama tertentu. Hal ini disampaikannya untuk meluruskan pemahaman yang mungkin salah terkait isi ceramahnya.
Dengan penjelasan tersebut, JK berharap agar masyarakat tidak salah paham mengenai maksud dan tujuan dari pernyataannya. Ia menegaskan pentingnya dialog dan pemahaman yang baik dalam membahas isu-isu sensitif seperti konflik antaragama.
Kedepannya, JK berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan materi yang berhubungan dengan isu-isu keagamaan untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.