Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan adanya kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jika rencana ini terwujud, Jokowi akan menggantikan Kaesang Pangarep yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI. Hersubeno juga menyampaikan bahwa perubahan kepemimpinan ini berpotensi diikuti oleh pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, dengan nama Budi Arie Setiadi, mantan Ketua Umum Projo, muncul sebagai kandidat untuk mendampingi Jokowi.
"Saya mendengar kabar bahwa Jokowi sesungguhnya memang dia sudah bersiap untuk menjadi ketua umum," ujar Hersubeno melalui kanal YouTube Hersubeno Point pada Senin (24/8/2026). Dia menambahkan bahwa Jokowi telah memiliki figur yang diinginkannya untuk mengisi posisi Sekjen PSI. "Orang yang diharapkan oleh Jokowi untuk mendampingi dia sebagai Sekjen itu adalah mantan ketua umum Projo yakni Budi Arie Setiadi," kata Hersubeno.
Momentum Deklarasi Jokowi sebagai Ketua Umum
Hersubeno menekankan bahwa deklarasi Jokowi sebagai Ketua Umum PSI hanya tinggal menunggu momentum yang tepat. Dia berpendapat bahwa secara politik, posisi Jokowi sebagai ketua umum akan memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan jika dia hanya berperan sebagai Ketua Dewan Pembina. "Kalau masih menyerahkan kepada Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, dan Jokowi masih belakang layar sebagai ketua dewan pembina, ini efeknya tidak semenendang kalau dia menjadi ketua umum," jelas Hersubeno.
Namun, hingga saat ini, kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Jokowi maupun pimpinan PSI lainnya. Kaesang masih tercatat sebagai Ketua Umum PSI, sementara Raja Juli Antoni menjabat sebagai Sekjen. Dengan demikian, informasi mengenai rencana pergantian ini masih sebatas kabar yang disampaikan oleh Hersubeno dan belum menjadi keputusan resmi dari partai.
Persiapan PSI Menghadapi Pemilu 2029
Isu mengenai kemungkinan Jokowi memimpin PSI muncul seiring dengan persiapan partai tersebut untuk menghadapi Pemilu 2029. Jokowi sebelumnya telah membahas target politik PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang pada 31 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, menyatakan bahwa partainya memiliki target yang lebih besar daripada sekadar lolos ke parlemen. "Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," ungkap Jokowi.
Jokowi juga menyoroti pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa sebagai modal utama PSI dalam menghadapi Pemilu 2029. "Kalau masuk Senayan, tetapi kalau targetkan yang saya sampaikan dari DPRD, sampai ke desanya terbentuk, inilah kekuatan besar Partai Gajah," tambahnya.