Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Jusuf Kalla Menanggapi Laporan Polisi Terkait Ceramah di UGM

Jusuf Kalla memberikan tanggapan setelah dirinya dilaporkan ke polisi terkait isi ceramah yang dianggap menistakan agama saat acara di Universitas Gadjah Mada.

Bima Candrakumara 18 April 2026 16 pembaca liputan6.com liputan6.com
Jusuf Kalla Menanggapi Laporan Polisi Terkait Ceramah di UGM
liputan6.com

Jusuf Kalla (JK) memberikan pernyataan resmi setelah dilaporkan kepada pihak kepolisian terkait isi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ceramah tersebut dianggap oleh beberapa pihak sebagai tindakan penistaan agama.

Dalam ceramahnya, JK menyampaikan pandangannya mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan toleransi beragama. Namun, pernyataan tersebut menuai kontroversi dan mengundang reaksi dari sejumlah kelompok yang merasa tersinggung. Laporan ke polisi tersebut dilayangkan oleh pihak-pihak yang menganggap bahwa pernyataan JK telah melanggar norma-norma agama.

JK menjelaskan bahwa tujuannya dalam menyampaikan ceramah adalah untuk mendorong dialog dan pemahaman antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapatnya, terutama dalam konteks akademis dan diskusi terbuka di kampus.

Kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian, yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut. JK berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan, serta tidak mengganggu upaya untuk membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Dengan situasi yang berkembang, masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil penyelidikan dan menjaga sikap saling menghormati dalam berpendapat.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait